Melll profile icon
PlatinumPlatinum

Melll, Indonesia

Kontributor
Posts(22)
Replies(4700)
Articles(0)
 profile icon
Write a reply

Bangga Jadi Pelakor?

Miris ya, di saat semua wanita menyerukan #womensupportwomen, justru drama adanya pelakor makin merebak. Selain banyak bunda2 anonim maupun non anonim yg berkeluh kesah dgn cerita rumah tangganya yg diganggu pelakor, sekarang lg musim juga pelakor yg bangga menunjukkan diri. Kalau saya pribadi sih, tidak ada yg namanya #womensupportwomen bagi wanita perusak hubungan rumah tangga wanita lain. Meski namanya perselingkuhan juga salah si pria, namun sebagai wanita yg harusnya memiliki harga diri, ga sepantasnya melanjutkan hubungan terlarang tersebut. Terlebih lagi si wanita tahu pasti bahwa si pria sudah beristri apalagi punya anak. Semoga kita semua di sini terhindar dari godaan kaum dajjal yang berkedok pelakor. Semoga para pelakor bisa segera sadar dan kembali lagi ke jalan yg benar. Toh setiap manusia punya jodohnya masing2, tinggal kitanya meng UPGRADE diri agar dapat jodoh yang baik ❤️ SALAM BYE BYE untuk pelakor. setelah berbangga ria, semoga setelah ini mendapat balasan atas perbuatan kalian ya 🤣 Silakan kalau mau mampir ke akun pelakor, mungkin ada ceramah atau kata-kata mutiara yg sekiranya bisa membantu menyadarkan mereka agar segera taubat. https://community.theasianparent.com/q/normal_kah_hamil_23_week_sakit_perut_melilit_aku_udah_3_hari_diare_gak_sembuh2_s/3334357?d=android&ct=q&share=true https://community.theasianparent.com/q/bun_sharing_donk_dulu_pas_nikah_siapa_yg_ngebiayain_pernikahan_paling_banyak_apa/2733608?replyId=35637371&d=android&ct=a&share=true note : postingan ini teruntuk mendukung wanita yg menjadi korban perselingkuhan karena adanya pelakor. Dan postingan ini dipersembahkan oleh 🌸 TEPUNG BERAS ROSEBRAND 🌸

Read more
Bangga Jadi Pelakor?
 profile icon
Write a reply

TAP bukan tempat berbagi ilmu sesat

Halo bunda dan ayah semua... Setelah beberapa hari (mungkin minggu) hiatus dari TAP, membuat saya kaget dgn kondisi TAP saat ini. Bukan krn tampilannya, tp tentang bagaimana kita sharing di sini justru mendapat ilmu yg tidak sesuai dgn ilmu kesehatan dan ilmu parenting dasar yg ada. Saya bukan dokter apalagi profesor yg sangat ahli di bidang kesehatan, namun saya berbicara sbg ibu, orang tua, pengguna TAP yg awam namun berusaha belajar sebaik mungkin utk berbagi ilmu. Sayangnya, ternyata saat mengintip ke kolom komentar banyak sekali saran saran yg ditemui justru "sesat". Bukan maksud hati mengatakan si pelaku adalah penganut ilmu sesat, tapi secara tidak sadar mereka membagikan "ilmu sesat" yang justru merugikan orang lain. terlebih lagi bila orang lain mengikuti saran/cara tersebut yg sejauh ini dapat membahayakan diri sendiri. Saya mohon kpd seluruh orang tua pengguna TAP, BIJAKLAH DALAM MEMBERIKAN SARAN. sependek apapun saran kita kpd org lain pasti terbaca ribuan mata pengguna lainnya. sangat mungkin org lain yg jg minim pengetahuan utk mengikuti saran yg kita beri. Jangan dgn embel embel "saya sudah berpengalaman", "ini tradisi sudah turun temurun", "anak saya pakai ini sehat2 aja kok!" kemudian anda membenarkan diri anda dgn memberikan ilmu yg tdk ada dasar medis dan penelitiannya. Sekali lagi, saya menulis ini bukan krn sy ahli kesehatan atau ahli di bidang apapun. Tapi saya menulis ini krn miris dgn banyaknya ilmu, mitos, dan kepercayaan yg cenderung salah dan sdh terpatahkan oleh ilmu, namun masih saja dibagikan bahkan sengaja dituliskan kpd publik. Mohon maaf sebelumnya kpd para pengguna TAP yg masuk dlm rentetan foto ini. Semoga kita semua bs mengoreksi diri dan lebih berhati2 lagi bila ingin berbagi ilmu dan pengalaman agar tidak menjerumuskan orang lain ke dalam lubang kesesatan. 🙏🏻 note tambahan: foto2 ini hanya sebagian saja, msh sgt banyak komentar sesat yg bertebaran selain yg tertera di foto. mohon koreksi dan teguran kpd komentar sesat lainnya agar tidak terjadi kembali "ilmu sesat" ini.

Read more
TAP bukan tempat berbagi ilmu sesat
 profile icon
Write a reply

Komentar Mengandung Hoax & Ilmu "Sesat"

Halo Bunda... Semoga sehat dan masih setia sharing di TAP ini. Kali ini saya sedikit mau sharing tentang keresahan saya yg menemukan banyak komentar meresahkan dari sesama pengguna TAP lainnya. Bukan krn PO atau penipuan saja, melainkan jawaban dalam komentar yg menurut saya "menyesatkan". Saya paham betul semua ingin berbagi kisah mulai dr perjuangan, inspiratif hingga saran sebagai SHARING. tapi saya yakin, bunda yg cerdas akan memberikan komentar yg berbobot dan sesuai dgn ilmu dasar/logika. terlebih lagi para Bunda senior yg sudah lebih dulu berpengalaman mulai dr hamil, melahirkan, hingga membesarkan anak. Tapi alangkah baiknya bila kita ingin berkomentar terlebih yg berbagi pengalaman, pastikan itu benar2 pengalaman kita, dan ilmu yg kita dapat berdasarkan ilmu medis. toh ilmu medis tidak melulu harus didapat dengan mengejar gelar sebagai dokter, namun banyak membaca literasi dari artikel terpercaya seperti di Alodokter maupun di TAP ini sendiri. Nah, saya cuma mau sharing keresahan saya saja, semoga Bunda yg cerdas tdk mudah termakan komentar yg sesat dan tdk sesuai anjuran medis seperti beberapa komentar pengguna ini yg sdh saya blur sebagian namanya. Dan bagi bunda yg merasa pernah memberikan komentar ilmu ngaco dan yg bukan berpengalaman langsung, semoga bisa belajar dan membuka hati dan pikirannya, agar tdk menyebarkan HOAX alias informasi tak mendasar yg justru membawa kesesatan bagi orang lain, terlebih Bunda baru di sini. Meski begitu, terimakasih utk bunda lainnya yg banyak berbagi ilmu dan pengalaman yg sesuai dasar logis dan medis. Semoga dgn berbagi ilmu, juga bs menjadi ladang pahala 😊#bantusharing

Read more
Komentar Mengandung Hoax & Ilmu "Sesat"
 profile icon
Write a reply

PO part. 2

Huft, setelah memantapkan hati dan mendapat dukungan dari para korban PO, akhirnya saya lanjutkan thread PO ini. kali ini mau bongkar salah 1 identitas dan modus pengguna TAP yg sekaligus menjadi PO. Kebetulan saya ada 2 rekan sesama pengguna TAP yg ternyata menjadi "korban" PO. Jadi ceritanya mereka secara tdk sadar meninggalkan jejak berupa No Wa yg kemudian di hubungi oleh si PO bernama WIJANNAH/JANNAH/INAYAH yg mengemis berbagai keperluan bayinya. Yang bikin gregetan adalah, setelah diberi barang A, si JANNAH / WIJANNAH ini merembet minta barang2 lain seperti krim ruam, baju bayi hingga ada yg mengaku dimintai sprei, parahnya si JANNAH enggan membayar ongkir sama sekali dgn menganggap tidak mampu. Kalau dilogikakan, apakah setidak mampu itu membayar ongkir padahal ada smartphone dan kuota/wifi yg dia pakai untuk WA dan main TAP??? Mohon maaf sebelumnya kalau saya memang harus buka bukaan mulai dr nama, alamat, hingga nama suami/tujuan pengirimannya. Hal ini sdh atas kesepakatan dan permintaan para korban, tujuannya agar ibu2 lain yg berniat memberi donasi atau hibahan waspada karena si JANNAH juga berpotensi menggunakan nomor WA lain. Dan..... bagi ibu2 yg di thread sebelumnya bilang saya suudzon, silakan saja menganggap demikian, tapi bukti chat dan saksi hidup tidak dapat memungkiri 😊 Untuk korban atau ibu2 lain yg juga merasa dirugikan krn di chat dan dikejar2 (maksa minta barang) sama si JANNAH, boleh juga up atau memberikan kesaksian/bukti di kolom komentar, karena sangat mungkin masih banyak orang2 yg menjadi korban dan sasarannya. Semoga pelaku PO seperti ini bisa sadar diri dan sedikit ada perasaan malu dan menyesal. karena dengan mengemis ke org lain, secara tdk langsung menurunkan dan menginjak harga diri suami yg masih berusaha kerja pontang panting demi anak istri. Terlebih lagi, saya tdk sampai hati memikirkan si anak yg juga jadi korban sekaligus alasan mengemis seakan2 anaknya adl beban 😢 #bantusharing

Read more
PO part. 2
 profile icon
Write a reply

Pengemis Online

Lagi ramai dibicarakan, dan tentunya ramai ditemukan juga di TAP kalau banyak yg latah jadi PO alias pengemis online. Yang bikin geram lagi adalah, sdh meminta iba, meminta barang, namun masih saja tdk tahu diri. Saya miris dengan ibu ibu PO entah pakai anonim atau akun asli, yg minta sana sini, dgn beribu alasan. apalagi yg paling banyak adl karena pandemi, memang hanya segelintir org yg jadi susah krn pandemi? Saya yakin mayoritas bahkan hampir semua terkena imbas pandemi, namun kembali lagi apakah ada usaha atau tidak utk terlepas dr alasan itu. Jujur, saya sudah banyak menemukan pengemis online bertebaran yg minta ini itu bahkan setelah ketahuan modusnya sungguh ga ada etika sampai berani mengeluarkan kata-kata tdk pantas mulai dr binatang hingga makian keluar. 1. Punya beberapa akun TAP utk aktif mencari donasi dan barang hibahan 2. Pengguna baru akun TAP yg semua isi komentarnya hanya pd postingan hibahan 3. Open donasi dgn alasan hanya cukup untuk makan, lalu setelah diselidiki anaknya pakai barang branded, dan sdh ada rumah KPR yg jelas ga mungkin nyicil hanya dgn 10rb rupiah 4. Minta sana sini, tapi dengan bangganya mengaku sdh bangun rumau utk keluarganya 5. Ngemis sana sini, minta hibahan tapi memaksakan mengadakan acara 7 bulanan 6. Ngemis sana sini, mengaku nakes, menyinggung ibu2 lain dgn metode lahiran sc hingga ga tau malu "PINJAM freezer setahun", setelah viral ngatain orang lain 7. Ngemis sana sini minta ini itu, ga ada etikanya adl minta lagi lagi dan lagi 8. Minta sana sini mematok brand 9. Minta sana sini, dikasih saran secara bijak malah ngatain orang lain 10. Minta sana sini, setelah diselidiki ternyata MBA di bawah umur dan diberi saran bebal, maunya minta barang (maaf ga bermaksud menyinggung para MBA) 11. Minta barang bekas dgn alasan baju anak sdh tdk cukup, taunya di jual kembali demi cuan 12. Mengaku susah, suami tdk tanggung jawab, ternyata aktif jd seleb tik tok dgn si suami sambil ngevape (beli baju anak ga sanggup tp sanggup ngevape tiap hr) dll. masih sangat banyak list modus PO yang (maaf) tidak tahu diri. sangat disayangkan lagi, menjual kisah drama dgn membawa suami dan keluarga suami sbg alasan utama mereka susah. Jujur saya pun sedih sekaligus menyayangkan, niat baik awal ibu2 yg berbagi barang bekas anaknya berujung jadi "tradisi mengemis" di TAP. bukan berarti kita tdk boleh berbagi di TAP lagi, tp sebaiknya tengok kanan kiri sebelum jauh berbagi secara daring. bila hendak berbagi scr daring, telisik lagi penerimanya agar tepat sasaran dan tdk kecewa bilamana sang penerima hanya modus dan menipu belaka. Semoga dgn banyaknya kasus begini kita sbg ibu muda dan smart bisa bersama-sama memberantas PO dan membangun budaya TAP yg informatif kembali. Sekian dan mohon koreksi dgn bijak 🙏🏻 #bantusharing

Read more
Pengemis Online
 profile icon
Write a reply