Maissy Wijayanti Chandra profile icon
PlatinumPlatinum

Maissy Wijayanti Chandra, Indonesia

Kontributor

About Maissy Wijayanti Chandra

Dokter Umum (dr.)

Posts(25)Replies(17471)Photos(0)

(EDUKASI) - (ILMU) APA SIH YANG HARUS DISIAPKAN IBU (MAU BARU ATAUPUN TIDAK)?

SILAHKAN DI SAVE, SHARE BILA DIRASA PENTING DAN DIBUTUHKAN. Soal KEHAMILAN & PERSALINAN: 1. Perkembangan janin per minggu atau per trimester (sudah dimudahkan dengan adanya fitur pemantau di aplikasi ini). 2. Gejala-gejala apa saja dalam kehamilan yang dianggap wajar dan tidak, kapan harus mencari pertolongan medis. 3. Posisi janin dalam rahim (variasinya apa saja, yg optimal utk persalinan pervaginam seperti apa) 4. Tanda2 persalinan apa saja, kapan harus segera ke fasilitas kesehatan 5. Makanan/minuman, produk2, kegiatan apa saja yang boleh dan harus dihindari saat hamil (sudah dimudahkan dengan fitur2 aplikasi ini) 6. Usia kehamilan berapa umumnya tanda2 persalinan bisa muncul 7. Teknik pernapasan dan mengejan yang benar - persiapan melahirkan pervaginam 8. Perawatan luka jahitan, baik jahitan perineum pada persalinan pervaginam maupun luka jahitan SC. Tanyakan kembali dengan jelas pada bidan/dr kandungan anda setelah tindakan. 9. Masa nifas - durasi masa nifas yg normal, perdarahan masa nifas seperti apa yg tidak normal, dsb 10. Perencanaan kehamilan berikutnya (KB/kontrasepsi) - bicarakan dengan pasangan Anda (jgn sampe ga mau KB tp juga ga mau kebobolan) dan minta masukan dari bidan/dr kandungan anda utk memilih KB yg sesuai dgn kondisi tubuh dan kebutuhan anda berkeluarga. Soal MENYUSUI: 1. Kapan asi mulai diproduksi? Kapan umumnya asi mulai keluar dari payudara? 2. Posisi dan perlekatan menyusui yang benar 3. Komposisi asi 4. Kenali bentuk puting anda sendiri, cari tahu bagaimana tekniknya supaya menyusui lebih mudah untuk anda dan bayi saat lahir nanti. Apapun bentuk putingnya umumnya bukan halangan untuk menyusui 5. Tanda2 bayi mendapatkan cukup ASI, dan sebaliknya, tanda2 anak kekurangan ASI 6. Manajemen asi perah - bagaimana jadwal perah yg baik, teknik perah (terutama bila tanpa alat pumping), bagaimana menyimpan dan menyiapkan ASIP (khususnya daya tahan ASIP diberbagai tempat dan suhu) Soal PERAWATAN/KESEHATAN BAYI 1. Cara memandikan & menjemur bayi yg benar 2. Cara merawat tali pusat - sesuaikan kembali dengan anjuran bidan/DSA masing2 3. Hal-hal WAJAR yang terjadi pada bayi baru lahir (hingga usia krg lebih 6 bln) - gumoh, napas grok2, kagetan, dll. Pelajari kapan dianggap tidak wajar lagi dan kapan harus segera ke DSA. 4. Hiperbilirubinemia (kuning) pada bayi, kapan dianggap wajar dan tidak wajar, kapan harus ke DSA 5. Pertolongan pertama pada anak: demam, diare, kejang, batuk pilek 6. BAB & BAK normal dan tidak normal pada bayi 7. PELAJARI CARA MEMBACA KURVA PERTUMBUHAN ANAK 8. Pelajari tentang tahap2 perkembangan anak (motorik kasar, motorik halus, sosial dan bahasa). Usia berapa anak harus sudah bisa melakukan sesuatu dan bagaimana/apa saja jenis stimulasi yang diberikan 9. Jadwal vaksinasi anak - SEMUA VAKSIN SIFATNYA DIANJURKAN, sudah tidak ada lagi mana yg wajib dan tidak. Prinsipnya: semakin banyak jenis vaksin yg diberikan, anak semakin terlindung dari lebih banyak jenis penyakit. Kalau ada kendala biaya, pelajari vaksin apa saja yang disubsidi pemerintah dan yang tidak. Usahakan semua vaksin yg disubsidi diberikan ke anak. 10. MPASI - komposisi, jadwal & aturan makan, cara masak dan penyimpanan MPASI yg aman dan higienis 11. Growth spurt (percepatan pertumbuhan), wonder week, sleep regression (perubahan pola tidur) - apa perbedaan ketiganya, bagaimana ciri2nya dan cara menghadapinya Ini sejujurnya hanya sebagian kecil dan yg umum2 aja ya bu ibu, pasti ada hal2 yg tidak umum dan baru diketahui saat sudah kejadian. Kenapa ibu yg udah punya anak pun ttp harus baca dan baca lagi? Krn ilmu pengetahuan berkembang terus, setiap hari akan ada penelitian2 baru, sehingga bisa menghasilkan panduan2 baru. Jadi jangan bosan menambah ilmu. Manfaatkan era digital dan sosial media, cari artikel dari sumber yang bermutu, pakai aplikasi konsultasi online dengan dokter (halodoc, alodokter atau sejenisnya), buka youtube, instagram, atau datang langsung ke fasilitas kesehatan terdekat. Semoga membantu ya, sehat selalu. dr. Maissy

Read more
 profile icon
Write a reply

(EDUKASI) - JANGAN TESTPACK ULANG BILA TERJADI PERDARAHAN SAAT HAMIL

Bu ibu kalo mengalami flek/perdarahan di usia kehamilan muda (trimester 1) JANGAN testpack ulang ya! Mungkin d benak ibu2 mau testpack ulang buat mastiin masih hamil apa engga, tapi ga gitu cara kerjanya bu 🥲 Testpack itu mendeteksi hormon HCG (hormon kehamilan) dalam urine, biasanya kadar hormon ini akan meningkat dari awal pembuahan dan terus naik hingga mencapai puncaknya rata2 di usia 12 minggu baru setelah itu turun perlahan sampe ga kedeteksi lg. Jadi kalo misalnya ibu usia 8 minggu perdarahan trus testpack ya bakalan masih positif. Lantas apakah itu berarti kehamilannya aman? BELUM TENTU. Kehamilannya aman apa engga CUMA BISA DITENTUKAN DENGAN USG. Ga ada cara lain. Semoga paham ya. Dan jangan bingung kalo ibu2 yg (maaf) pasca keguguran baik melalui proses kuret atau tidak, testpack nya masih positif padahal rahimnya sudah bersih. Penjelasannya sama spt di atas ya, hormon kehamilannya masih terdeteksi, GA ADA HUBUNGANNYA DENGAN KONDISI RAHIM. Testpack cuma menandakan di urine ibu ada hormon kehamilan. Hamilnya isinya janin atau hamil anggur CUMA BISA DIKETAHUI DENGAN USG. Kandungannya kuat atau lemah (ada ancaman keguguran / abortus iminens) CUMA BISA DIKETAHUI DENGAN USG. Makanya utk kesekian kalinya saya tekankan pentingnya usg di awal kehamilan. Semoga paham ya bu. Bisa baca postingan saya soal pertolongan pertama saat flek/perdarahan di sini: https://community.theasianparent.com/q/1_segera_hentikan_aktivitas_dan_beristirahat_jangan_turun_tempat_tidur_kecuali_u/3084650?d=mobile&ct=q&share=true Semoga kehamilan ibu2 semua sehat dan lancar sampai persalinan ya. dr. Maissy

Read more
 profile icon
Write a reply

Jangan terus berlindung pada "kehamilan/anak pertama"

Ayo bu, kita berdayakan diri, isi dengan ilmu pengetahuan sebanyak2nya. Persiapan menjadi ibu ga cukup hanya dengan nyiapin uang dan materi kebutuhan anak, tp juga cara merawat mereka sejak hamil. Saat ini teknologi informasi dan sosial media sudah sangat memudahkan kita mendapatkan informasi. Bahkan jauh lebih cepat daripada nanya di forum ini. Soal boleh makan ini itu ga, boleh potong rambut ga, kapan harus usg, pertolongan pertama anak demam, dll. Dokter2 spesialis sudah banyak yang dengan sangat murah hati berbagi ilmu gratis, padahal mereka sekolah bisa sampe 10 tahun tp demi kepentingan edukasi mereka bagi2 dgn gamblang melalui berbagai media. Tinggal kitanya mau baca gak. Memang sih enak kalo nanya aja di forum, tinggal tunggu ada yg jawab ga usah cape mikir. Tp bu, bukannya kita aja maunya ngajarin anak biar makan sendiri ya, ga disuapin terus? Masa kita sbg ibu, seseorang yg jd teladan dan guru pertama buat anak kita, malah lebih suka disuapin? Sampai kapan kita akan terus berlindung dibalik "maklum baru pertama hamil" atau "baru punya anak"? Ga perlu waktu lama2 kok bu buat baca, kalo lg luang buka aja buku KIA nya, sehari baca 1-2 halaman, besoknya 1-2 halaman lagi dst. Atau coba diutak atik aplikasi TAP nya, krn ini sbnernya aplikasi nya lengkap tp sayang banyak yg hanya fokus di fitur tanya jawabnya aja. Pdhal banyak informasi ttg nutrisi bahkan sampe mau cat rambut boleh apa engga aja ada. Artikel2 yg disediakan jg banyak yg bisa menjawab pertanyaan2 ibu2. Sebaiknya kita jg bijak dalam bertanya ya bu, terutama soal keluhan atau gangguan kesehatan. Saya paham mgkn ibu2 maksudnya mau cari tahu dari pengalaman ibu2 lainnya, tp sebaiknya pengalaman org lain ga d telen mentah2 ya bu. Kulit sama2 merah, sama2 gatel blm tentu penyebab dan diagnosisnya sama lho, jd penanganannya jg bisa berbeda. Kalau ada kesulitan pergi ke faskes, paling tidak gunakan aplikasi yang tepat utk konsultasi kesehatan seperti halodoc dan sejenisnya. Utk ibu2 yg menjawab jg sebaiknya tidak scr gamblang menyarankan obat-obatan tertentu apalagi obat-obatan dengan label K (keras) atau obat-obatan yg seharusnya didapat dengan resep dokter. Ingat, apa yg kita tulis hrs bs dipertanggung jawabkan. Kalo ada salah kata, saya minta maaf duluan ya, semoga kita selalu termotivasi utk menjadi gelas kosong yang terbuka utk diisi. Semoga sehat selalu ya utk kita semua 😇

Read more
 profile icon
Write a reply

TANDA DAN GEJALA KEHAMILAN (SEBUAH EDUKASI)

Tanda & gejala kehamilan dibagi menjadi 3 kategori: 1. Presumptive (mungkin/diduga hamil) 2. Possible (cenderung ke arah hamil) 3. Positive (pasti hamil) Tanda & gejala PRESUMPTIVE (mungkin/diduga hamil): - tidak/terlambat haid - mual, dengan atau tanpa muntah - payudara membesar atau nyeri payudara - mudah lelah - sulit tidur - nyeri punggung - konstipasi/sembelit - "ngidam" - perubahan mood - suhu tubuh basal meningkat Tanda & gejala POSSIBLE (cenderung hamil): - sering BAK - leher rahim lunak (melalui pemeriksaan dalam oleh tenaga medis) - kram perut bawah, normalnya tanpa perdarahan - muncul hiperpigmentasi (noda hitam) pada wajah, perut, dan areola Tanda & gejala POSITIF (pasti hamil): - detak jantung janin terdeteksi pada USG (6 minggu dengan USG transvaginal, 8 minggu dgn usg perut) - terlihat adanya janin pada USG - hormon HCG terdeteksi pada urine (testpack) atau darah (pemeriksaan lab) Jadi jelas ya ibu2, kalo baru ngerasa kram2 perut, telat haid, tapi belum testpack ya BELUM TENTU HAMIL. Minimal lakukan pemeriksaan testpack untuk mengetahui pasti hamil atau tidaknya. Kalau sudah telat haid lama, testpack berulang2 tp negatif kemungkinan: 1. TIDAK HAMIL, bisa jd krn gangguan hormon lainnya, silahkan ke DOKTER KANDUNGAN 2. SALAH PAKAI TESTPACK atau testpack sudah EXPIRED, sehingga hasil tidak akurat. Budayakan MEMBACA PETUNJUK PENGGUNAAN terlebih dahulu 3. Hormon HCG terlalu rendah untuk dideteksi testpack, coba ulangi dalam beberapa hari. Kalo msh negatif dan belum haid jg, periksa ke dokter kandungan. Di sini saya jg mau menekankan pentingnya usg d awal kehamilan ya, krn testpack positif juga blm tentu hamil krn ada beberapa kondisi yang bisa membuat hormon HCG (hormon yg trdeteksi pd testpack) meningkat seperti hamil anggur (mola hidatidosa). Jadi memang tanda pasti hamil adalah kombinasi testpack positif dan ditemukan adanya janin (+ djj) melalui pemeriksaan usg. Semoga tidak ada lg pertanyaan berisi keluhan dan "perasaan" hamil tp ternyata belom testpack 😅 Semoga membantu, dr. Maissy Wijayanti C

Read more
 profile icon
Write a reply
 profile icon
Write a reply

Kehamilan itu...

Bukan sekedar ukuran perut Besar kecilnya ukuran perut bukan menjadi indikator mutlak kesehatan janin. Tinggi fundus uteri (tinggi puncak rahim) memang bisa memprediksi berat janin, tp banyak sekali faktor yg mempengaruhi, misalnya kalau ketuban trl banyak, jdnya perut tampak lebih besar, nilai TFU jadinya jg besar, taksiran berat janin pun trkesan besar. Belum lg pengaruh postur ibu, kehamilan kembar, dll. Jadii pastikan kondisi kesehatan dan perkembangan janin melalui usg. Selama semuanya normal, kenapa harus pusing dengan omongan orang yg ga akan ada habisnya? Bukan soal cara bersalinnya, tp keselamatan ibu dan janin Persalinan pervaginam (normal) bukanlah segalanya, bukan penentu seberapa sempurna kita sebagai wanita atau ibu. Punya keinginan atau niat utk melahirkan dgn cara tertentu sah2 saja, tp jgnlah dipaksakan demi memenuhi keinginan sendiri. Ingat ada manusia lain dalam rahim yg butuh kita perjuangkan dan layak mendapatkan jalan terbaik untuk lahir ke dunia. Bila biaya menjadi pertimbangan, alangkah bijaksana nya bila begitu tau hamil segera membuat perencanaan keuangan utk bersalin, dan sebaiknya persiapkan dana untuk kemungkinan pengeluaran terbesar yaitu operasi. Buat BPJS bila belum punya, saya rasa 9 bulan lebih dari ckup untuk mengurus surat2 dan BPJS bila dilakukan segera. Diperlukan usaha untuk menjaga Perkaya diri dengan banyak membaca dari sumber2 kesehatan yang kredibel dan terpercaya tentang kehamilan, menyusui, dan perawatan bayi. Ilmu kesehatan selalu berubah dan berkembang seiring waktu, jgn terperangkap dengan pengalaman orang lain apalagi di masa lalu. Ikuti anjuran bidan/dokter kandungan anda. Makan makanan bergizi, rutin mengkonsumsi vitamin yang diberikan tenaga kesehatan, sebosan apapun, sebesar apapun ukurannya, setidak enak apapun rasanya, cari cara supaya nutrisi ibu dan janin terpenuhi. Vitamin2 tsb sudah terukur takarannya disesuaikan dgn kebutuhan harian ibu dan janin. Bila segala usaha terbaik sudah dilakukan, sisanya biarkan Yang Di Atas yang menjaga dan menentukan yang terbaik.

Read more
 profile icon
Write a reply

TIPS SAAT BERKUNJUNG KE SPOG

Karena saya lihat banyak ibu2 yg sepertinya pergi ke dokter kandungan tp pulang dengan 'tangan hampa' alias kurang terinformasi, jd saya coba bantu memberikan tips2 apa yg bisa dilakukan sebagai pasien. 1. Siapkan pertanyaan sebelumnya, bila perlu dicatat supaya tidak lupa. Bisa minta tlg jg sama yg nemenin usg untuk mengingatkan hal2 yg perlu ditanya. Ibu2 bisa lihat daftar pertanyaan yg bs d tanyakan di sini: https://community.theasianparent.com/q/trimester_1_atau_saat_pertama_kali_usg_apakah_kantung_janin_dan_bakal_janin_suda/1404471?d=mobile&ct=q&share=true 2. Minta tolong ke yang nemenin untuk ikut fokus mendengarkan penjelasan dokter, jaga2 seandainya ibu terlalu terdistraksi waktu lihat gambar janin di usg (saking senengnya sampe ga denger dokternya ngmg apa). Jadi setidaknya ada orang lain yang mendapatkan informasi dan nanti bs diulang lg ke ibunya. 3. Minta izin ke dokternya untuk merekam suara saat dokter menjelaskan atau rekam video saat dokter sedang USG sehingga di rumah bisa diputar ulang. 4. Minta dokter untuk mengulangi penjelasan yang diberikan kalau memang ibu belum jelas. Jangan sampai pulang masih bingung. Atau ibu bs juga mengulangi apa yg disampaikan dokter lalu minta dokter konfirmasi benar atau tidaknya. Misalnya: "oh jadi saya sebaiknya nunggu seminggu lg ya dok, kalau belum ada tanda2 persalinan saya kembali lg utk tindakan. Benar begitu ya dok?" Jadi dokternya tau kalo ibu mengerti, dan ibu sendiri pun lebih yakin dengan informasi yg sudah disampaikan. 5. Tanpa bermaksud membela sesama dokter, tp dokter jg manusia bu, punya kekurangan. Mungkin dokternya lelah habis jaga semalaman, pasien yang terlalu banyak, atau habis ada pasien yg meninggal, jd pelayanan saat itu bisa saja tidak maksimal. Kalau ibu merasa tidak puas, entah dengan cara komunikasi, diagnosis atau terapi yg diberikan, saran saya ibu bisa mencari opini lain atau mencari dokter lain yg membuat ibu nyaman. Bisa juga memanfaatkan teknologi seperti menggunakan aplikasi halodoc, alodokter untuk berkonsultasi secara online. Tarifnya kurang lebih 50 ribuan bu, bs dimanfaatkan terutama kalau belum sempat pergi ke dokter kandungan. Jangan mengambil resiko dengan mencari tahu obatnya sendiri via google atau bertanya dgn sesama awam krn tidak semua keluhan yg sama obatnya jg sama, kadang ada hal2 lain yg hrs diperiksa terlebih dahulu, belum lg kondisi tubuh setiap orang dan kondisi kehamilan yg berbeda2. Semoga tips2 di atas bermanfaat, dan semoga semua ibu yang saat ini sedang menanti buah hati selalu dalam kesehatan.

Read more
 profile icon
Write a reply

BAYI KUNING (SEBUAH EDUKASI)

Catatan: seperti biasa ya bu, saya menulis ini sebatas kapasitas saya sebagai dokter umum. Sekiranya ada hal yang kurang jelas, silahkan konsultasi lgsg dengan dokter anak, krn tidak tidak semua kasus kuning sama. Kenapa bayi bisa kuning? Bayi kuning disebabkan oleh kadar bilirubin yang tinggi (hiperbilirubinemia) di dalam darah. Hiperbilirubinemia sendiri dibagi menjadi dua: fisiologis (umumnya terjadi BUKAN karena penyakit atau kelainan) dan patologis (terjadi karena penyakit atau kelainan). Bagaimana membedakannya? Bila bayi tampak kuning dalam 24 jam pertama setelah lahir atau tampak kuning segera setelah lahir, itu PATOLOGIS. Bila bayi baru tampak kuning setelah 24 jam kelahiran berarti FISIOLOGIS. PENYEBAB KUNING PATOLOGIS: infeksi, perbedaan golongan darah/rhesus dengan ibu, defisiensi enzim tertentu, dll. PENYEBAB KUNING FISIOLOGIS: terjadi karena organ bayi (terutama hati/liver) belum matang untuk memproses/memetabolisme bilirubin, bisa juga karena kekurangan ASI. Biasanya yang patologis (INGAT: MUNCUL DALAM 24 JAM SETELAH LAHIR) harus segera mendapatkan penanganan, sedangkan yang fisiologis biasanya TERGANTUNG KADAR BILIRUBIN nya. Kebanyakan DSA memakai patokan kadar bilirubin 10 (tp tergantung juga sama usia bayinya ya bu, jd sebaiknya konsultasi). Di bawah 10 biasanya dokter belum akan menganjurkan fototerapi/disinar dan akan menyarankan untuk memperbanyak konsumsi asi krn biasanya akan hilang sendiri. Berikut ini saya lampirkan cara sederhana MEMPREDIKSI kadar bilirubin. Ingat ya bu ini hanya cara cepat, bukan berarti akurat. Jadi sebaiknya tetap periksa darah ya. Kuning itu MUNCUL biasanya dari KEPALA baru turun KE BAWAH ke arah badan dan anggota gerak (tangan, kaki), sedangkan saat PENYEMBUHAN kuning akan HILANG mulai DARI BAWAH (kaki) KE ATAS (kepala). Jadi jgn heran kok udah beberapa minggu matanya masih kuning krn memang daerah kepala hilangnya belakangan. Cara baca gambar: jadi misalnya bayi ibu2 kuning hanya di daerah kepala, berarti KIRA2 kadar bilirubinnya sekitar 4-8 mg/dl. Baca angka di kolom KANAN aja ya bu karena satuan yang umum d pakai di indonesia adalah mg/dl. Kalau kuningnya sudah sampai perut (diatas pusar) berarti kadar bilirubinnya kemungkinan sudah 5-12 mg/dl, dst. Kembali lg saya ingatkan ya bu ini tidak akurat, rentang angkanya aja ckup jauh, jd paling tepat adalah bawa ke dokter anak dan periksa darahnya. TANDA BAHAYA BAYI KUNING: 1. Bayi tampak lemas, menangis pun lemah 2. Kejang 3. Tidak bereaksi saat distimulasi (dipanggil, diusap, dikelitiki, dsb) 4. Cenderung tidur terus Biasanya kalau sudah ada tanda2 seperti ini kemungkinan kadar bilirubin sudah sangat tinggi dan mencapai otak. Jadi HARUS segera ke RS ya bu. Semoga informasi singkat ini bermanfaat dan membuat kita lebih waspada. Kalau gambarnya pecah cari di google ya bu: indeks KRAMER atau KRAMERS RULE.

Read more
BAYI KUNING (SEBUAH EDUKASI)
 profile icon
Write a reply