suci rahmadani profile icon
PlatinumPlatinum

suci rahmadani, Indonesia

Kontributor

About suci rahmadani

Stay at home mom

Posts(30)
Replies(636)
Articles(0)

Cerita Ibu #ibujuara

Menjelang Hari ibu ini aku mau cerita pengalaman aku melalui proses menjadi seorang ibu. Belum, aku belum sempurna menjadi sosok ibu yg penyayang, penyabar, baik bertutur kata, baik tingkah laku. Aku adalah sosok ibu yg jauh dari itu semua. Cerita ini aku mulai dari anak pertamaku. Dia guru pertamaku ,berat rasanya untuk menceritakan prosesku setelah melahirkan dia. Karna sungguh , setelah membaca kisahku kalian akan berfikiran "aku ibu yg sunggu tidak berotak". Anak pertamaku lahir dengan ayah ibu yg kurang pendidikan parentingnya. Saat dia lahir, senang rasanya mendengar suara tangisannya pecah di ruang persalinan. Ya aku senang, karna berarti anakku sehat. Saat itu aku buta masalah perASIan , masaalah cara mengurus bayi, masalah kesehatan bayi. Yg aku tau setelahaku melahirkan anak aku hanya rasa suka cita yg muncul. Tapi tidak ternyata, cercaan demi cercaan aku dengar. Beberapa orang beranggapan jika ini hanya fikiran ku saja. Ya mungkin hanya fikiran jelekku saja yg berlebihan. Saat mereka bilang ASImu kurang, anakmu kecil, ASIku tidak enak, ASIku bening, kamu rakus jadi ASImu tidak bergizi. Haha ya itu yg aku dengar dari orang" sekitar rumahku. Sampai akhirnya anakku mengalami hyperbillirubin, dari situ kekalutanku muncul satu demi satu. Aku marah pada diriku sendiri, aku ga bisa kasih yg terbaik untuk anakku. Ibu macam apa aku yg selalu dikritik oleh ibuc senior disekitarku. Ibu macam apa aku yg membuat anaknya harus bolak balik berobat. Ibu macam apa aku yg tidak bisa memberikan ASI untuk anakku. Pergejolakan itu selalu muncul dikepalaku. Anakku mulai tumbuh, seiring pertumbuhan anakku aku makin tidak bisa mengontrol emosiku. Tiap anakku menangis hanya ada rasa ingin ku lempar saja anak ini ke kasur. Tapi itu bukan hanya rasa, aku benar melempar anak 4 bulan itu ke kasurku yg tipis yg langsung menyentuh lantai. Tiap kali aku emosi ga ada yg bjsa aku ajak sharing. Mereka menggap aku gila mungkin. Tidak berotak karna aku menyakiti anakku. Rasaanya mau teriak, aku butuh bantuan kalian, aku butuh ditenangkan. Tapi tak ada satuoun orang yg mengerti posisiku saat itu. Hanya aku yg berusaha menenangkan diriku sendiri. Tanpa bantuan medis, tanpa bantuan psikolog. aku mencoba mengerti diriku sendiri dan berusaha untuk kekuar dari situasi itu. Tapi sayang , seperti sudah mendsrah daging. Saat aku lelah anak pertamaku adLah pelampiasanku. Sedih, marah, hingga saat ini sejujurnya aku ingin mereka mendengarkan ceritaku tanpa judgment. Tapi sayang kadang orang" terlalu sempit menyimpulkan kalo hal seperti itu adalah kebodohan si ibu. Ga ada yg bantu si ibu untuk keluar dari situasinya. Hanya anggapan buruk yg diterima si ibu, tanoa mengerti rasanya menjadi si ibu tersebut. Sampai sekarang aku masih terus belajar untuk menjadi baik. Guruku sekarang ada 2, mereka selalu ada untukku disaat aku mau belajar untuk mengendalikan emosi dan tingkah lakuku. Teruntuk anak"ku, aku ibu yg jauh dari kata sempurna. Tolong, tetap peluk aku dan bersamaku apapun kondisi kita ๐Ÿ˜Š. Maaf aku belum bisa jadi ibu yg sempurna untuk kalian. Tapi buatku kalian sempurna anak"ku ๐Ÿ˜˜ Salam, Ibu Oh iya disini kan temanya ibujuara, mungkin dari cerita ini aku ga mencerminkan banget kalo aku ibujuara. Disini aku cuma mau ngingetin aja antar sesama ibu. Tolong jangan judgment ibu" yg ga searah sama pikiran kalian. Kalian ga tau apa yg si ibu perjuangkan untuk anaknya dan dirinya. Mereka buruh dukangan, mereka butuh didengar, mereka butuh masukan bukan cercaan. Aku cuma mau cerita sedikit aja dari segi pengalaman aku yg memang seperti itu, pengalaman buruk saat aku berproses menjadi ibu. Ada yg lancar ada yg harus melalui cobaan. Semua butuh proses buat menjadi baik ๐Ÿ˜Š

Read more
 profile icon
Write a reply

Sirkumsisi Bayi 9 Bulan

Kenapa Mau di sirkumsisi? Mau cerita sedikit ah kenapa aku mau sirkumsisi anak lelaki aku yg baru 9 bulan. Sebenernya sunat anak sejak dini udah ga tabu lagi si buat segelintir orang. Cuma buat aku dan suami ini tuh bener" awam banget. Kasian masih bayi, nanti gendongnya gimana, nanti rewel banget pasti, abis sunat dipakein apa. Aduh belum sunat aja dikepala ibuk udah beribu pertanyaan haha. Oh iya balik ya, kenapa si adek mau di sunat? Karna waktu usianya 7 bulan dia di diagnosis kena ISK ( Infeksi saluran kemih) sebenernya itu kaya penyakit biasa si buat bayi. Kenapa bisa kena itu aku juga ga tau, tapi sepertinya kalo penyebabnya karna aku kurang bersih , sering banget bersihin si adek pake tissue basah di Mr.Pnya dia, mungkin dari situ bakteri" nempel. Waktu itu sebenernya ga ada gejala signifikan di adek. Pipisnya ga nangis, berat badan naiknya bagus, cuma ko dari bayi sering banget di diapersnya ada serbuk orange gitu. Kalo dari yg aku baca" itu biasanya salah satu tanda anak dehidrasi. Oke lah , aku banyakin minum, tapi ko beberapakali muncul lagi sampe dia usia 7 bulan. Oh iya, jangan judgement dulu ya. Ini muncul hilang, jadi setiap muncul aku kasih dia mimik banyak habis itu ilang serbuk orangenya. Itu kenapa aku ga berpikiran ISK. Singkatnya ,pas usia si adek 7 bulan, aku mulai curiga ,yaudah bawa lah dia ke DSA, dari situ disuruh cek kultur urine sama urine lengkap. Hasil urine lengkapnya si bagus, setelah seminggu nunggu hasil cek kultur urine akhirnya ketauan deh kalo si adek kena ISK. Yaudah karna saat itu ngeblank gitu , aku ga kepikiran buat di sunat, sama dokter di kasih antibiotik setelah sebulan minum antiniotik disuruh kultur urine. Kalo masih ada bakterinya mau ga mau harus di sirkumsisi. Setelah pulang dari dokter beberapa hari lalu aku kepikiran kenapa ga langsung sunat aja ya. Jadi singkat cerita itu kenapa aku mau anak aku di sirkumsisi (sunat) sejak dini. Sebenernya ini deg"an si, rewel udah pasti kayaknya ya. Semoga anaknya bisa kooperatif dan proses sirkumsisinya lancar. Amiin . . . . . . . . . . . . . . . #ceritaadek #sirkumsisi #littleboy

Read more
 profile icon
Write a reply