Contributor

Erviyanti, Indonesia

ibu dari 3 anak cewek

About Erviyanti

Posts(67)Replies(1155)Photos(4)

Janin Dalam Kandungan Juga Bisa Mengalami Stress

Hi Mamy, tahukah bahwa ternyata bukan hanya orang tua saja yang bisa mengalami stress loh. Tapi si Janin dalam kandungan juga bisa mengalami stress. Janin yang mengalami stress jika dibiarkan akan mengakibatkan gangguan kehamilan seperti si Kecil yang terlahir premature atau lahir dengan berat badan yang rendah hingga menyebabkan kematian. Oleh sebab itu Poko ingin memberikan informasi nih ke Mamy semua mengenai apa saja sih tanda jika si Janin mengalami stress, Yuk simak infonya! 1. Berkurangnya pergerakan si Janin dalam kandungan Gerakan yang dilakukan si Janin dalam kandungan adalah sesuatu yang mengembirakan bagi Mamy, dimana bisa merasakan tendangan bahkan hentakan si Janin. Pergerakan janin juga sebagai penanda bahwa ia dalam kondisi yang sehat. Namun Mamy perlu mewaspadai bila terjadi penurunan frekuensi pergerakan janin. Hal itu bisa jadi bila si Janin mengalami stress. Pada umumnya janin melakukan pergerakan sebanyak 10 kali gerakan dalam kurun waktu 2 jam. Apabila hal ini terjadi Mamy perlu berkonsultasi ke dokter agar bisa ditindaklanjuti. 2. Terasa nyeri dan kram pada bagian perut Nyeri dan kram yang Mamy rasakan saat hamil umumnya merupakan hal yang biasa terutama di trimester ketiga. Namun Mamy perlu memerhatikan bila kram dan nyeri yang dialami sudah berbeda bahkan menggangu aktivitas Mamy dan perlu di waspadai. Bisa jadi hal tersebut menandakan bahwa si Janin mengalami stress dalam kandungan hal ini bisa berbahaya jika dibiarkan. 3. Kondisi air ketuban yang kurang normal Air ketuban dalam kandungan memiliki peranan yang penting untuk perkembangan dan pertumbuhan si Janin. Untuk melakukan pengecekan air ketuban Mamy bisa menggunakan metode ultrasonografi. Jika air ketuban dalam kandungan mengalami kondisi kurang atau kelebihan Mamy perlu memperhatikan karna bisa menyebabkan si Janin mengalami kekurangan oksigen sehingga menyebakan bayi mengalami cedera ketika lahir. 4. Terjadi pendarahan pada Mamy Pendarahan yang di alami pada masa kehamilan adalah hal yang wajar bila dalam skala yang kecil. Jika terjadi pendarahan yang berlebihan maka bisa menandakan bahwa si Janin mengalami stress dan pendarahan ini juga bisa disebakan akibat Mamy mengalami kelelahan. Ketika mamy mengalami kondisi seperti itu Mamy perlu memeriksa ke dokter untuk memastikan bahwa kandungan dalam kondis baik atau tidak. 5. Detak Jantung si Janin yang tidak stabil Pemantau detak jantung si Janin bisa dilakukan Mamy ketika melakukan USG. Detak jantung si Janin normalnya adalah 110-160 setiap menitnya. Jika detak jantungnya lebih dari itu atau kurang bisa menjadi sebuah tanda bahwa si Janin sedang mengalamin stress. Namun Mamy perlu berkonsultasi dengan dokter kandungan karna belum tentu jika detak jantung tidak stabil menandakan bahwa si Janin sedang mengalamin stress. Tindakan yang harus Mamy lakukan apabila Mamy khawatir akan kondisi janin dalam kandungan adalah selalu memerhatikan pergerakan janin dalam kandungan setiap harinya, rutin periksakan kandungan sesuai dengan jadwal yang telah diberikan oleh dokter, dan apila janin sudak menunjukkan tanda stress, maka segera konsultasikan pada dokter tentang kondisi janin untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. Jadi itu dia tanda-tanda si Janin mengalami stress. Setelah Mamy mengetahui hal tersebut Poko harapkan Mamy bisa memperhatikan kandungannya. Semoga informasi ini dapat memberikan manfaat bagi Mamy ?

Read more
Janin Dalam Kandungan Juga Bisa Mengalami Stress
Write a reply
Write a reply

Bahanya nya air putih unt bayi di bawah 6 bln

Agak gemes membaca sebuah postingan yang mengatakan bahwa pelarangan pemberian air putih buat bayi ASIX di bawah 6 bulan itu lebay dan tidak ada resiko yang berdasar karena toh bayi sufor juga susunya mesti dilarutkan dengan air, dan bayinya baik2 saja. Mimin tambah gemes juga karena informasi ini disebarkan ke banyak ibu yang akhirnya jadi galau. Bayi ASIX di bawah 6 bulan memang tidak perlu tambahan air putih. Bukan hanya karena air putih bisa membuatnya kenyang dan jadi enggan menyusu (sementara air putih itu zero kalori). ASI sendiri lebih dr 80 persen komponennya adalah air. Bahkan di cuaca super panas sekalipun yang dia butuhkan HANYA ASI, tanpa tambahan air putih. Lebay? Tanpa literatur? Mungkin yg bilang lebay belum piknik ke perpustakaan online jurnal ilmiah ya :) 1. Kenapa resiko sufor itu tinggi dan angka kematian akibat konsumsinya di negara miskin dan berkembang masih tinggi? Salah satu akibatnya adalah karena penyajian sufor tidak menggunakan air bersih yang memadai. Tahukah kita bahwa di Indonesia ada lbh dr 40 persen penduduk nggak punya akses air bersih dan ini membuat angka kematian bayi dan balita tinggi akibat diare? Jadi ketika kita menyebarkan informasi bahwa pemberian air putih pada bayi di bawah 6 bulan itu sangat tidak disarankan, kita sudah menyelamatkan bayi bayi ASI yang kebetulan tidak punya akses air bersih yang memadai. Menyampaikan edukasi dan informasi mesti bertanggung jawab, karena informasinya mesti relevan ke seluruh lapisan masyarakat.Bukan hanya relevan untuk diri sendiri. Kalau kita begitu beruntung tinggal buka kran utk mendapatkan air bersih, tapi ada jutaan keluarga lain yang tidak demikian adanya. 2. Siapa bilang pemberian air putih pada bayi tidak ada resikonya? Penggunaan air putih utk melarutkan sufor diperlukan bukan hanya sebagai fungsinya untuk melarutkan tetapi karena kandungan garam pada sufor memberikan efek berat ke ginjal, sehingga air diharapkan mampu membantu menyaringnya. Selain itu bayi sufor memiliki tingkat efisiensi metabolisme yg lebih rendah, sehingga mereka membutuhkan ekstra air utk membantu prosesnya. Semua hal ini tidka terjadi di bayi ASI, itu kenapa pemberian air putih di masa 0-6 bulan tidak diperlukan. Silakan baca link berikut yg ditulis oleh seoran konsultan laktasi internasional: https://www.breastfeedingbasics.com/qa/do-breastfed-babies-need-water 3. Pemberian air putih pada newborn, terutama yg usianya di bawah 5 minggu beresiko meningkatkan kadar bilirubin dan memicu bayi mengalami penurunan berat badan. Di mana sumbernya? Baca ini: http://www.bfmed.org/Media/Files/Protocols/Protocol%203%20English%20Supplementation.pdf. Baca ini juga: http://pediatrics.aappublications.org/content/115/2/496 Di website WHO juga ada statement bahwa air putih tidak diperlukan di bayi ASI ekslusif: http://www.who.int/features/qa/breastfeeding/en/ Lianita Prawindarti *KL AIMI Pusat, Admin Grup Asosiasi Ibu Menyusui Indonesia*

Read more
Write a reply

Tumbuh gigi anak (copas)

Khawatir karena menginjak usia 9 bulan si kecil belum tumbuh gigi juga? Apakah karena kekurangan kalsium ya saat hamil? Memang menurut spesialis gigi Alabama Pediatric Dental Associates and Orthodontics, Amerika Serikat, dr. Dean Brandon memaparkan bahwa salah satu yang mempengaruhi cepat atau lambatnya waktu kemunculan gigi adalah asupan kalsium saat haat hamil. Namun, bukan berarti ibu yang lebih banyak mengonsumsi kalsium akan melahirkan bayi dengan pertumbuhan gigi yang lebih cepat, karena daya serap kalsium setiap janin berbeda-beda. secara umum, inilah timeline pertumbuhan gigi si Kecil : 6 bulan: gigi seri bawah tengah 8 bulan: gigi seri atas tengah 10 bulan: gigi seri bawah dan atas di samping keempat gigi yang sudah lebih dulu tumbuh 14 bulan: gigi geraham pertama 18 bulan: gigi taring 24 bulan: gigi geraham kedua Salah satu hal yang dapat memperlambat pertumbuhan gigi si kecil faktor makanan yang diberikan. Jika selama ini si kecil hanya diberi makanan yang lunak saja maka sebaiknya mulai dikenalkan dengan makanan yang bertekstur dan agak kasar. Sebab, makanan yang lunak kurang memberi rangsangan bagi pertumbuhan gigi dan rahang si kecil. Justru dengan diberi makanan yang agak sedikit lebih keras, otot-otot pengunyahan, gigi dan tulang rahang akan bekerja lebih keras dan memberi stimulasi bagi pertumbuhan gigi dan tulang. Jadi sebenarnya tidak perlu khawatir asalkan masih dibawah usia 14 bulan serta melihat apakah di gusi bagian depan rahang bawahnya ada bayangan berwarna putih, itu calon gigi yang akan tumbuh. Baru jika di usia 14 bulan keatas, belum ada tanda-tanda pertumbuhan gigi, Mamy bisa membawanya ke dokter untuk mencari penyebab dan solusinya. Mamy juga bisa menstimulasi pertumbuhan giginya dengan memberi mainan teether karena saat mengigit, akan menekan gusi dan mempercepat proses kemunculan gigi. Pilih teether yang berlabel BPA free agar aman dan terbuat dari karet/lateks. Yuk share info ini ke Mamy lainnya juga ya :)

Read more
Tumbuh gigi anak (copas)
Write a reply