Grup HPL: Juli 2023 icon

Grup HPL: Juli 2023

137.8 K following

Feed

Komunikasi Pasca Menikah

Bun, izin curhat sedikit ya. Aku menikah bukan dengan lelaki pilihan ku, jadi sebut saja nama cowok ini Steven. Aku menikah dengan Steven demi suatu kepentingan. Steven juga awalnya keberatan sama saya; Steven muallaf dan rasnya berbeda dengan saya. Awal-awal menikah, ya kita diem-dieman, walau satu rumah satu kamar, tapi sibuk dengan hape masing-masing. Ditambah kita berdua sesama kerja kantoran. Steven bertanggung jawab memberikan gaji dll. sama saya, tapi memang kita berdua saling acuh, apalagi aku kalau ngerjain pekerjaan rumah, seperti cuci baju, itu malam Jumat atau Sabtu pagi, dan setrika-nya di laundry dan aku tinggal masukin ke lemari. Jadi, jarang banget ada baju kerja dia. Kita sudah menikah hampir dua tahun, dan kalau ada acara keluarga, ya kita pura-pura mesra. Steven juga keberatan tahun ini sama aku; kadang dia memang lebih senang nongkrong sama teman-temannya. Sekarang aku hamil, sudah masuk lima bulan (pliss jangan tanya kenapa bisa hamil atau tidak cinta, tapi bisa hamil; untuk hamil itu tidak mutlak dengan cinta doang). Ya, Steven juga biasa saja sama saya; sering pergi dua dengan teman-temannya. Kemarin pagi saya bilang ke dia kalau saya pengen makan es krim di dekat rumah, tapi karena kendaraan saya lagi bengkelin, akhirnya saya bilang ke dia, saya mau pergi naik Grab. Trus dia bersikukuh dia yang mau antar saya. Yaudahlah, aku siap-siap ya, bun, karena di luar kantor aku jarang berhijab juga. Tempatnya tidak jauh dari rumah, akhirnya aku dandan pakai dress dan cardigan, trus aku ikat rambut setengah. Saya dpt inspirasi pakaian ini dr animasi gt deh bun nnti sy masukin gambar nya disini + saya jg pnya baju dan cardigan spt di foto yg sy masukin Steven jarang peduli sama saya. Saat saya keluar kamar, dia langsung protes kenapa baju saya gitu, dan menyuruh saya tukar baju. Saya nanya balik, kok kamu protes dan ngatur sih? Dia maksa tukar baju, tapi saya tidak mau, bun. Saya tetap kekeuh masuk mobil. Saya sempat ketemu teman lama saya di cafe es krim itu, bun, teman kuliah saya (cowok). Yaudah, kita tegur-teguran tuh, tapi Steven tetap aja jutek dengan teman saya. Saya di sana tidak sampai satu jam, terus pas sampai rumah, Steven marah-marah nggak jelas kenapa aku masih berteman sama teman-temanku. Ya, aku balas, kan kamu juga nggak ada larangan buat main sama teman-temanmu. Steven bilang, “Ya kan, kamu istri, nggak usah main sama orang.” Saya balikin lagi, bun, emang kamu pernah peduli sama aku? Lagian, cowok itu nggak mau sama cewek hamil, harusnya kamu mikir. Terus saya bilang, dia juga tidak ada peduli sama saya saat saya pernah mual di awal kehamilan; yang ada peduli itu sepupu saya. Yaudah, akhirnya Steven diam. Jujur sih, bun, saya cukup capek dengan sikap dia selama ini pada saya, mana penampilan saya juga diatur-atur sama Steven, tapi saya tak pernah mau tahu kehidupan dia di luar bagaimana? Seegois itu jadi lelaki. Ps : spt ini lebih krg pakaian saya bun

Read more
Komunikasi Pasca Menikah
undefined profile icon
Write a reply
Load More Posts