Grup HPL: Juni 2022 icon

Grup HPL: Juni 2022

92.3 K following

..
Feed
undefined profile icon
Write a reply

Antara lanjut atau berhenti?

cerita awal setalah saya melahirkan anak pertama saya tinggal di rumah orang tua saya di ( Jakarta ) tapi setelah anak saya umur 40 hari dipaksa sama suami saya untuk pindah ke rumah dia di ( jawa ) sebelumnya saya menolak ajakan suami saya untuk pindah kesana dan tinggal 1 atap dengan mertua, saya tolak ga setuju dengan keputusan suami saya, tapi suami saya tetep mamaksa saya untuk pindah dan kalo saya gamau dia bakal bawa anak saya dengannya untuk pindah rumah dia, terpaksa saya menyetujui keputusan suami saya. tanpa meminta keputusan dan meminta izin kepada orang tua saya. padahal sebelumnya nikah, mama saya sudah membuat janji sama suami jangan sampai saya anaknya, jangan di bawa kemanapun apalagi sampe tinggal dirumahnya. karena mama saya seorang janda, iya bapak saya meninggal waktu saya umur 10th, jadi mama saya meminta untuk anaknya tidak di bawa kemana-mana sampai mama saya sudah tidak ada. mama saya juga ga memaksa untuk tinggal satu atap dengannya, asalkan pindah jangan jauh dari orang tua. saya lanjutkan lagi, ketika semua barang" dan surat" selesai semua di bereskan dengan keluarga saya dan orang tua saya yang tidak ikhlas untuk saya pindah kerumah mertua. akhirnya setelah sampai disana saya menderita anak saya diambil dan dikuasai oleh keluarga suami. saya seakan tidak memiliki hak untuk anak saya sendiri, disana juga saya selalu serba salah apa yang saya lakukan dengan ditambah lagi hinaan dan fitnahan seakan makanan saya sehari".setelah dirumahnya saya ditinggal suami kerja keluar kota cuma sampai seminggu. selama satu tahun lamanya saya jalanin semuanya sendiri dan menghadapi semuanya sendiri tanpa di dampingi atau berada di samping suami saya. saya tertekan saya kesiksa batin saya, selama disana saya beberapa percobaan bunuh diri karena saya berkali-kali izin pulang kerumah orang tua saya selalu tidak diperbolehkan dengan suami. 1 tahun saya ga pulang dan selama disana saya merasa tertekan batin saya mental saya hancur karena keluarga suami saya, anak saya dijauhi dari saya dan seakan saya ga punya hak untuk anak saya sendiri. selama disana saya sering banget bertengkar karena saya udh ga nyaman lagi untuk tinggal di rumah keluarga suami saya. sampai akhirnya selama 1 tahun berlalu saya bertekad untuk kabur sendiri dari jawa-jakarta malam pergi sendirian tanpa diketahui siapapun termasuk suami, salahnya saya, saya tidak membawa anak saya karena anak saya lagi sama neneknya yang selalu berkuasa dan selalu berkeinginan untuk mengurus anak saya. setelah saya kembali kerumah saya, dan saya meminta untuk anak saya dibawa kerumah saya dan bertemu keluarga saya. suami saya menolak dan membuat janji sampai sekarang ga ditepatin selalu aja ada alasan untuk tidak membawa anak saya untuk bertemu saya dan keluarga saya. suami masih berkeinginan lanjut hubungan, tapi dengan cara anak saya tetap dirawat dengan keluarga suami saya, saya ga sanggup dengan keputusan itu. selama suami saya bertemu saya dia selalu menyalahkan saya untuk kabur dari rumah, dia tidak menyalahkan penyebab kaburnya saya sekarang itu karena keluarga nya sendiri. tapi pikiran dia berbeda dia selalu menyalahkan saya dan fitnah keluarga saya., dan dia juga memaksa untuk saya balik lagi kesana, tanpa memikirkan perasaan dan trauma saya yang selama tinggal disana keluarganya menekan batin dan menghancurkan mental saya. walaupun saya nanti akan pindah keperumahan suami saya. tapi saya tetap gamau jika saya kembali ke Jawa kelahiran suami saya. dan jauh dari keluarga saya. karena satu-satunya yang ngertiin dan pahamin keadaan saya hanya keluarga saya.#seriusnanya #bantusharing #pleasehelp

Read more
undefined profile icon
Write a reply
Load More Posts