Ya benar judulnya nggak salah. Kami menikah baru 4thn dan kondisi kami LDR dan sudah setahun lebih ini kami tidak bertemu. Dgn alasan dia akan sangat sedih jika harus kembali bekerja tanpa membawa aku dan anak ku dan semakin sedih karena uang tabungan juga habis. Pasti banyak yg bertanya knp nggak ikut suami aja sih. Bukan nggak mau ikut. Hanya saja saat ini memang sedang menunggu izin dr tempat suami bekerja. Krn utk bawa keluarga itu nggak mudah. Butuh modal uang juga. Jd selama ini kita menabung utk kalau2 izin itu keluar maka suami bisa menjemput ku dan anak ku. Dan persiapan utk kami hidup disana. Krn kalau kami kesana banyak kebutuhan yg harus dibeli. Topik tentang poligami bukanlah hal baru dlm rumah tangga kami. Walau sebenarnya saat berkenalan aku sudah mengatakan dgn sangat jelas bahwa aku tidak menerima poligami. Kecuali jika aku tidak bisa menjalankan tugas dan kewajiban ku sbg istri. Belakangan suami makin gencar membahas ttg ini. Bahkan berani bicara dgn wanita dan bertanya apakah mereka mau menjadi istrinya. Dia juga mengatakan bahwa ada 1 wanita yg dia suka dan menurutnya cocok dgnnya. Tp wanita itu tidak tau status suamiku kalau sudah punya istri dan anak. Oh ya aku tau semua itu dr cerita suami langsung. Dia membagikan kisah perkenalannya dgn wanita2 itu pdku. Jgn ditanya gmn perasaan ku saat mendengar cerita2 itu semua Krn aku hanya cuma bisa diam dan mendengarkan sambil menahan luka ku. Aku memilih diam Krn ketika ku katakan tentang perasaan ku. Suami ku mengatakan aku lebay. Dia blg dia tau kalau aku sakit hati dan cemburu tp hatinya lbh plong kalau dia ceritakan semua sama ku Krn dia menghargai ku sbg istrinya dan dia hanya berusaha jujur sama ku. Jujur aku selalu berusaha menguatkan diri dgn mengatakan gakpapa Krn akan lbh sakit kalau dia diam2 melakukannya jd lbh baik dgrkan saja ceritanya. Sbg manusia biasa aku juga punya limit kesabaran. Dia menuntutku utk mengerti tentang kondisinya ttg kesepiannya tanpa istri dan kebutuhan biologisnya. Dan dia blg dia hanya ingin terhindar dr haram. Dan menekanku dgn blg kamu ada solusi apa utk masalah ku. Sebenarnya kami bukan sama sekali nggak punya solusi. Tp ntah lah solusi ini ttp bukan JD pilihan baginya. Dia ada masa cuti 2minggu. Aku blg kenapa nggak gunakan cuti itu utk bertemu kami disini. Kita habiskan waktu bersama. Tp jwbn yg sangat mengejutkan pun ku dpt. Dia blg, kalau aku ketempat mu itu akan menghabiskan semua uang tabungan dan kalau aku menikah lagi aku hanya gunakan 30juta saja aku sudah mendapatkan wanitanya yg mau. Kita masih punya tabungan dan aku bisa menyelesaikan masalahku. Lbh mudah utk ku jika aku menikah lagi. Dan per 3bulan (setiap masa cuti) aku bisa berkunjung ke tempat dia. Kalau ke tempat mu itu jauh dan menghabiskan uang tabungan. Dan kamu tau kan uang tabungan itu di dapat darimana. Kalau uang itu habis maka akan sudah utk mengumpulkannya lagi. Bak di sambar petir semua jawaban itu seolah-olah menyadarkan ku bahwa aku bukanlah prioritas utknya. Aku katakan padanya kalau spt itu gmn kalau posisi dibalik, aku yg kesepian dan aku butuh sosok pria disisiku apakah aku boleh mencari pria lain. Dan dia blg nggak spt itu itu hal yg berbeda. Aku sudah cari2 info ttg itu kalau utk wanita lbh dr 6bulan kalau dia nggak ridho bisa mengajukan cerai tp kamu utk apa mengajukan cerai. Apa manfaatnya utk mu kalau kamu cerai. Aku yg selalu memenuhi kebutuhan mu. Jawabannya seolah memberi peringatan untuk ku bahwa dialah sumber keuangan ku kalau aku berpisah tidak ada LG sumber keuangan ku. Jd memang sejak menikah dia yg menafkahi ku dan ibuku. Krn memang hanya ada aku dan kondisi ibuku itu stroke. Dan sejak awal kenal suami minta aku fokus di rmh urus rmh dan ibu saja. Semua kebutuhan dia yg tanggung. Sebelumnya aku bekerja di perusahaan gaji ku dl adlh uang bulanan ku skrg. Dan setelah obrolan kami tadi ku blg kalau aku mau cari KUA utk konsultasi dan aku juga mau ke psikolog. Dan dia menekankan ku sekali lagi utk berhati-hati dlm bicara dan berhati-hati dlm mengambil keputusan. Krn kalau aku melakukan kesalahan maka aku yg harus bertanggungjawab utk anak ku. Jika nanti dia bertanya kenapa ayah dan ibunya tidak bersama. Dan lagi2 beban mentalku bertambah. Skrg tiap kali aku video call sama dia aku nggak bisa nahan air mata dan aku memilih utk mengalihkan hp ke anak kami dan memilih utk tidak banyak bicara dgnnya. Jujur aku sangat lelah mental saat ini. Cuma butuh dipeluk aja.#sharing #Keluarga #suami #poligami #justsharing
Read more
Assamualikum bun mau nnya dsini ada ga ya bayi 4 bulan ngorog bukan grok2 ya bun tpi kyak ngorok org gede itu bahaya ga ya. Prnh bapil tpi udh berobat dan udh sembuh skrg tpi kyak masih ngejangal apa ada lendir d pernafasan nya atau emg bgtu suara bayi apa perlu d pijet dan d uap tpi udh ga bapil#mohonbantujawabbunda #Sharingdong_Bund #bantujawab
Read more



Anak umur 3 tahun bilang tidak.
Bunda.. yg punya anak toddler. Gimana nyikapi anak 3 tahun yg nangis sambil mintak peluk. Trus mau dkasih peluk, anakny malah nolak bilang nggak mau?? Anakku begtu. Pusing aku jadinya, kalo dia nangis akibat aku larang baik2. Trus pas nangis mintak peluk. Aku bilang "sini umi peluk". Anaknya nolak bilang "nggak!" Sambil marah. Gak jadi aku peluk. Tapi abis itu dia kekeuh bgt minta d peluk lagi. Trus ku peluk, nolak lagi. Begitu dah terus. Aku diemin dn liatin dia nangis, tetap narik2 tangan aku dn mintak peluk. Pas d peluk, nolak lagi.🫠 #Sharingdong_Bund #firstmom
Read more


