menyampaikan uneg-uneg
ternyata bener ya setelah melahirkan dan punya anak, yg berubah kehidupannya cuma perempuan. sedangkan laki2 masih bisa bebas, punya hobi, bepergian spt biasa, tidak spt perempuan, pergi kemana2 masih mikirin gimana anak, gimana suami. hari ini ada jadwal dateng ke kondangan teman dekat. sudah janji dari lama bakalan dateng ke pesta pernikahannya. setelah aku ajak suami, ternyata suami menolak dengan alasan “jauh”. kebetulan jarak ke lokasi acara kurang lebih 30 menit dari rumah. padahal bbrpa waktu lalu aku ijinkan suami kondangan ke banten yg jelas puluhan km lebih jauh lagi. dan dia bisa pergi dg tenang. rasanya kecewa bgt. niat dateng ke kondangan untuk tujuan memenuhi undangan teman sekaligus refreshing karna jenuh juga gapernah kemana2 kerjaan cuma ngurus anak, suami, dan rumah. tapi ditolak cuma dg alasan “jauh”. seandainya aku bisa pergi sendiri aku pasti sudsh pergi. seandainya aku egois akan aku tinggalin anak dan suami di rumah. apakah kodrat perempuan sebegini beratnya. banyak pengorbanan perasaan dan ego dgn dibalut kata “ibadah” atau “imbalan pahala”. suami masih bisa makan enak sambil nonton anime, masih main game sampai larut malam, makan minum disediakan. sedangkan aku, makan aja nunggu anak tidur dulu, itupun makan harus mode kebut karna takut anak keburu bangun dan nangis. apa jadi seorang ibu itu emang secapek ini? gaboleh punya keinginan apa2 dan gaboleh punya ego sedikitpun? apa jadi ibu itu ga berhak bahagia? apa jadi ibu itu gaboleh ketemu temen2 lama lagi?