apa aku salah udh buka dompet suami,,suami marah besar aku dikata terlalu lancang

apa aku salah udh buka dompet suami,,suami marah besar aku dikata terlalu lancang
34 Tanggapan
undefined profile icon
Tulis tanggapan
TapFluencer

Menurut saya sih lancang atau tidak tergantung kesepakatan dan gaya relasi kalian berdua, Bun. Kan ada yang mempermasalahkan, ada juga yang tidak. Namun, kalau saya pribadi, membuka dompet milik siapa pun, termasuk suami memang lancang karena itu bukan milik kita, jadi kalau kau buka yah harus izin pemiliknya dulu. Saya mau buka tas anak saya saja, saya izin dulu sama dia, apalagi sama suami. Saya IRT tanpa penghasilan sejak 2013 akhir. Kami menikah alhamdulillah baru 13,5tahun lebih, dulu pacaran hampir 6tahun 😁 Suami saya tidak pernah memberikan gaji dia full ke saya. Sejak sebelum menikah memang kami sudah bicarakan bahwa saya nggak mau terima gaji dia full karena saya nggak pandai mengelola keuangan. Saya hanya mau menerima yg dia memang mau berikan untuk saya gunakan sehari-hari. Berapa pun jumlahnya saya terima, syukuri, dan nikmati. Saya nggak tahu dan memang nggak nanya berapa persisnya penghasilan dia, dan bagaimana dia mengelola uangnya. Jadi mau dia punya sisa penghasilan berapa, dia gunakan untuk apa saja, itu memang hak dia karena penghasilan milik dia. Menurut saya, harta suami adalah hak suami, jadi dia berhak mengelola penghasilannya sesuai keridhoan dia sendiri. Saya kalau butuh sesuatu yah saya bicarakan ke dia, kalau bisa yah saya rinci, misal saya butuh beli stok popok, tapi uangnya belum ada, yah saya bilang kalau saya butuh sekian untuk beli popok sebanyak sekian, bisa untuk sekian bulan. Suami saya juga nggak pernah buka dompet saya. Saya juga akan kesal kalau suami main buka dompet saya lalu nanya-nanya uang saya ke mana karena menurut saya itu nggak sopan 😁 Kadang suami juga bilang kalau saya kan nggak kerja, nggak berpenghasilan, saat menjelaskan ke anak agar anak bisa lebih menghargai jerih payah ayahnya. Jadi mungkin suami bilang gitu memang penegasan bahwa sebenarnya gaji dia yah memang masih hak dia 😁 Daripada main buka dompet suami dan nanya-nanya uang dia ke mana, lebih baik dibicarakan baik-baik. Misal Bunda buat catatan keuangan sebulan. Nanti kan keliatan apakah jumlah uang yang diberikan cukup atau tidak. Kira-kira apakah ada pengeluaran yang bisa dieliminasi atau lebih dihemat. Kira-kira berapa banyak kekurangannya. Suami bisa melihat bukti konkret untuk dia berpikir logis mengenal masalah keuangan. Suami berhak mengambil sebagaian penghasilannya jika dia menginginkannya. Mungkin untuk keperluan sehari-hari seperti biaya bensin, makan, menabung, dll. Toh dia berikan lebih banyak jumlah uang ke Bunda dan Bunda sendiri bilang kalau suami pekerja keras. Berarti dia juga berusaha memenuhi kebutuhan kalian.

Baca lagi