"Anak adalah alasan untuk mempertahankan pernikahan kendati tidak ada lagi kecocokan"
Voice your Opinion
Setuju!
Nggak setuju (sebutkan alasannya di kolom komentar)

26650 merespon

277 Tanggapan
undefined profile icon
Tulis tanggapan

Gk ad kecocokan.. Rumah tangga jdi dingin. Bahkan bisa2 berantam di depan anak.. Mental anak jdi kemakan.. Kita juga berhak bahagia..

anak akan bahagia jika orang tuanya bahagia, jika pasangan sudah tidak bersama karna salah satu berselingkuh lebih baik ditinggalkan 🙏

Ga semua anak suka perpisahan tapi ga semua anak juga nganggap perpisahan akhir, malah terkadangada anak yg lebih rela liat ortunya pisah

Karena anak sering liat pertengkaran hebat alhasil anak saya nyuruh saya buat pisahan katanya kasihan tiap hati mama nangis 😞😞

Dr pengalaman anak hanya dijadikan alat supaya kita iba dan mau rujuk, setelah rujuk kumat lagi penyakitnya 🤦‍♀️

Pernikahan dibangun dengan kasih, saat sudah menikah sampai punya anak, maka kasih akan sll dipelihara agar tidak hilang.

VIP Member

Kalo hubungan gak harmonis walaupun bertahan untuk anak sama sj dg mengajarkan anak ttg hubungan yg menyiksa. Merusak karakter anak

masak hanya karna anak menyiksa diri sendir, pernikahan bisa kandas dan ada bekas istri/suami, tetapi tdk ada yg namanya bekas anak

Berbaikan lah dg pasangan mu krn kamu memang ingin baikan, jgn berbaikan krn alasan anak. Kamu jg berhak merasakan damai dihatimu.

Pernikahan bertahan karena adanya kesetiaan dan tanggung jawab. Kalo anak sudah jadi ke wajiban/tanggungan ortu sampai dia besar.