Privacy PolicyCommunity GuidelinesSitemap HTML
Download our free app
mom FAHMI SHAGUFTA RAYYANZA
Assalamualaikum bun....
Assalamualaikum bun... Mohon maaf aku mau curhat dan mau bertanya apa aku salah ya... Jadi awal cerita aku kehilangan orang yang aku sayang bun abi aku meninggal 27 februari kemarin Gimana hancurnya aku kehilangan saat aku Setelah kepergian abi aku,,umi aku ini baru kelihatan aslinya 1. Selalu memarahi aku bun...contoh simple nih semisalnya barang yang dekat atau apa gak pernah mau ambil sendiri padahal depan mata dia 2. Persoalan kecil selalu di buat besar gak pernah yang namanya mencari kesalahan selalu mencari kesalahan aku 3. Aku jujur bun selama abi meninggal aku gak pernah pulang ke rumah sendiri selalu di sini dampaknya aku stress bun karena selalu di ceramahi Terkadang kalau emosi ku meluap baru umiku diam Aku selalu bilang " jangan pernah memancing amarahnya orang diam,sekali bicara bisa ribut " Aku juga sama kehilangan abi pegangan aku cuma suami sama anak,,tapi apa pernah umi merasakan sakitnya aku bagaimana,,aku ibu sekaligus istri sakit hati biarpun di ceramahi setiap hari Kalau pun aku bisa memilih aku mending keluar daripada hati aku sakit
Assalamualaikum....
Bun mau curhat.... Aku kan beberapa hari ini habis kehilangan abi aku Tetapi ortu perempuan ke aku kata katanya makin gak enakin hati bun Contoh : kalau bicara itu gak mikirin perasaan orang apalagi aku anaknya sendiri..semisal... " otak di pakai,otak tuh di gunain " Tadi aku gak sengaja menabrak kursi langsung di bentak " matanya buta kali ya " Dalam hati " astaghfirullah sudah di tinggal suami bukan merubah diri bukan menjaga ucapan tetapi sama anak semakin menjadi Itu aku pun gak sengaja bun menabrak gak sampai gimana gimana Sampai di bilang takut terkena guci... Dalam hati " ya allah gak sengaja pun padahal tetapi sampai sebegitunya " Aku gak ada yang membela orang tua perempuan makin menjadi perkataannya Kalau bicara kasar gak jauh dari otak,selalu otak di bawa bawa sampai kalau aku cape aku jawab " iya otakku gak ada memang "
Punya ibu yang mulutnya gak bisa di jaga baik baik
Assalamualaikum bun... Mohon maaf menurut bunda orang tua seperti ini patut di contoh? Beliau tadi meminta tolong ambilkan tempat bun untuk sisa telur untuk di simpan di dalam kulkas... Ya aku bertanya mangkuk atau tempat biasa karena aku kan belum tahu sisanya berapa wajar aku bertanya... Dengan emosi dia jawab " kok mengkok sii tempat biasa lah " gimana sii " Ya aku jawab..ya makanya bilang kalau bilang sisanya berapa aku tahu harus ambil tempat apa ini cuma bilang ambilkan tempat aja... " eh dia jawab " jangan sok pinter jadi anak pinteran siapa sii " Di situ aku jawab " iya aku gak pinter memang bodoh dari kecil juga otak cuma separuh gak pinter pinter dari dulu pantas kalau di rumah di jadikan pembantu bisa di suruh ini itu " Dan mohon maaf aku punya anak punya suami juga aku seorang ibu wajar gak sii aku sakit hati karena perkataan seorang ibu terhadap anaknya juga seorang ibu Kok terkesannya aku gimana ya bun,,emosi terus sama aku tetapi kalau aku pindah gak di izinin
Assalamualaikum wr wb..
Bun mau curhat.... Bun gimana rasanya sebagai ibu di cap tidak bisa diami anak Anak menangis selalu di salahkan ibunya Sedangkan neneknya hanya bisa marah marah tanpa bantu tenangi Anak menangis setiap hari di salahkan ibunya Setiap hari selalu di salahkan karena anak semakin hari semakin menjadi tingkah lakunya... Karena mungkin aku emosi aku jawab " kalau gak bisa diami minimal jangan marah marah yang ada tambah pusing ibunya Bisanya menyalahkan ibunya gak bisa diami lah gak bisa membujuklah apalah Kita sebagai ibu juga lelah dengar tangisannya setiap hari neneknya hanya bisa marah ceramah ini itu tanpa berfikir ibunya juga batin lelah cape..." Karena aku kesal emosi umiku bicara apa aku gak ada jawaban karena sudah cukup tersinggung dengan ucapannya Terkesan aku gak bisa membujuk ini itu Aku dari semalam aja gak bisa tidur... Apa apa di salahkan ibu apa apa di salahkan ibu Apa apa memang harus ibu yang selalu di salahkan? Dia padahal seorang ibu tetapi perasaan hati sama sekali gak memikirkan aku sebagai anaknya juga sekaligus ibu Apa apa selalu ibu yang di salahkan Apa semuanya perkara anak ibu yang di salahkan
Assalamualaikum wr wb...
Bun mau curhat.... Bun aku kok rasanya cape banget ya batin rasanya... Jadi waktu sabtu kemarin keponakanku ulang tahun buat acara keluarga lah kakaku... Siang aku sudah kesana memang karena banyak keluarga kumpul kan... Nah malamnya aku itu mau ke rumah suami memang kalau weekend aku sama suami sama anak pasti menginap di rumah suami... Ternyata pas aku balik satu keluarga bicarain aku Katanya " maknya yang mau pulang bukan anaknya,orang anaknya gak mau pulang " Ya frontal aku jawab " tau aku juga di bicarain karena udah kebiasaan keluarga bicarain aku di belakang " Tahun kemarin pergi pun 2 hari di puncak aku dibicarain di belakang tau juga...2 hari loh di bicarain...pas liburan ke pantai tahu aku di bicarain juga...faham aku... Cuma gak habis fikir kok bisa bisa keluarga sendiri notabenenya menutupi kekurangan keluarga ini bicarain keluarganya sendiri di belakang pula Gak mungkin kalau gak ada yang mulai bicarain aku tiba tiba bicarain aku di belakang... Aku diam aja masih di bicarain orang keluarga sendiri pula yang bicarain... Padahal semua keluarga ibu kebanyakan wanita dan punya anak cucu tetapi bisa bisanya bicarain kekurangan keluarga sendiri...
Assalamualaikum bun
Bun mau curhat.... Sepertinya aku cape banget bun hati aku lama lama sakit... Tadi aku lagi yasinan bun karena aku lagi masak air ya aku buka pintu agar tahu air matang apa belum Ibuku teriak " ntee yasinan " Ya aku jawab " iya lagi yasinan ini gak perlu teriak teriak Pas air matang aku di teriakin " air matang belum itu cek " Aku buru buru keluar aku jawab Tahu sabar orang lagi yasinan Dia dengan beraninya bentak aku " bikin orang tua gak konsen aja lagi ngaji " Ya aku jawab " ngaji ya ngaji aja buat apa mikirin air " Aku setiap hari terkena marah ceramah aku diam bun suami setiap hari meski tidur tahu aku di marahin Bahkan suami bilang " aku tahu kamu terkena marah terus aku tahu cuma aku diam bukan gak mau membela kamu tetapi aku juga menghormati cuma aku lama lama sakit juga istri aku selama aku kerja di rumah selalu begini Pantas kamu setiap aku pulang kerja berangkat kamu lebih banyak diamnya
Sampai tega mengatakan itu kepada anak sendiri...
Assalamualaikum bunda... Bun maaf sebelumnya... Mohon maaf menurut bunda apa pantas orang tua berkata seperti ini kepada anak? Jadi aku di suruh membuang sampah ini masih mau aku membuang sampah setiap hari bun aku yang harus membuang meski ada pembantu tetap aku yang membuang gak menjadi masalah karena awal awal pernah di bilang " jangan buang sampah biar si ade aja yang membuang sampah " dari situ pembantu gak pernah membuang sampah tetapi perkataan ini membuat aku sakit hati... Tadi pas mau membuang sampah ibuku bilang coba cek di kamar ada sampah gak ya aku jawab gak ada ibuku memanggil dengan nada keras dengan kata kata " gua siram muka lu pakai air panas ya " Aku jawab " iya gak apa apa kalau memang buat umi puas mungkin dengan aku celaka atau mati beban umi hilang gak apa apa silahkan Aku cacat sekalian juga gak apa apa memang mungkin aku pantas cacat dari pada hidup juga buat susah kan? Tanggung kalau cuma air panas sekalian aja badan aku di bakar biar gak ada sisa badan aku besok tinggal makamin selesai " Aku sampai gemetar sendiri karena sudah terlalu sering ibuku berkata menyakiti hati tapi gak sadar sadar
Kenapa harus depan orang marahinnya...
Assalamualaikum bun... Mau cerita menurut bunda keterlaluan gak sii... Jadi awal cerita ini ada tukang panel untuk memasang panel kamar Setelah pasang mau kirim gambar bun ke tukangnya hp ibuku tuh ribet buat kirimnya berulang kali susah banget yang buat aku emosi sudah minta tolong gak sabar gimana sii bun namanya orang di buru buru ya panik tegang Yang paling buat aku kesal apa bun? Pakai acara bilang " bisanya main hp aja kirim gambar gak bisa " si mamang aja langsung bisa Ya aku gas..makanya kalau no tuh di save jadi orang gak bingung Udah minta tolong di buru buru ya panik lah orang... Minimal kalau hp yang benar taruh aplikasinya atau widgetnya ini mencar kemana mana wa di mana galeri dimana simpan aplikasi tuu rapi jadi orang gak bingung Ini wa di mana galeri dimana minimal kalau chat gak di gunain hapus jadi gak bertumpuk ini chat bertumpul tumpuk mau cari fhoto apa apa susah buat di kirim... Di salahin gak mau maunya kita aja di salahin
Selalu kasar selalu main tangan selalu bentak...
Assalamualaikum bun...aku mau cerita... Gimana sii bun perasaan kita sebagai ibu sekaligus anak memiliki ibu yang selalu membentak kita Selalu main tangannya sama kita Bahkan di belakang suami kita sekalipun meski ada suami kita selalu di bentak... Padahal kalau masak pun selalu aku bantu bun selalu aku turun tangan tetapi gak ada bun aku di hargai Terkadang aku mikir Aku ini anaknya apa bukan perlakuan beda bun ke kaka dan ke aku Kita sama sama berumah tangga meski kakaku janda bun punya anak sepasang itu pun sudah SMA Anakku masih 3 tahun tetapi di belakang aku selalu aku di jelekkan kesannya aku yang paling buruk Aku yang paling kurang segala galanya Bahkan kalau ibu mau tahu perkataan orang tua selalu menyakitkan bun * gak punya otak * gak punya fikiran * gak punya harga diri * sama aku selalu kasar bun apalagi kalau lagi gak akur sama suaminya bisa banget aku di deketin dll Giliran baik aku di musuhin Aku cuma jadi buang buangan aja bun Cuma jadi pelampiasan... Padahal ibuku seorang ibu gak mikir perasaan aku gimana Kalau di bentak sakitnya seperti apa Tetapi dia pun gak mikir aku juga punya anak perasaan aku apa gak sakit Aku cuma nangis bun kalau aku inget pagi selalu begitu marah marah siang sampai malam lupa seenaknya malam minta pijat seakan gak terjadi apa apa padahal hati sakitnya bun
Keterlaluan gak sii...
Bun menurut bunda seorang ibu nih yakni ibu kita... Selalu bilang Kita gak ada fikirannya... Kita gak ada dewasanya...dll Maaf ya bun aku bukan membandingkan dia ke orang lain bisa manis banget lembutnya ampun Tetapi ke aku mana pernah bun Di bilang gak ada fikirannya gak ada dewasanya Cuma buat orang emosi... Aku sii selalu bun bantu beliau masak cuma gak ada rasa terima kasihnya... Gak ada rasa apa ya sebagai ibu gak ada perasaannya Asal bicara aja punya mulut itu... Terkadang dia menganggap diamnya aku ya nurut aja