Jesna Althafunnisa profile icon
PlatinumPlatinum

Jesna Althafunnisa, Indonesia

Anggota VIP

About Jesna Althafunnisa

i'am programer and mother

My Orders
Posts(3)
Replies(1621)
Articles(0)

Pejuang Hisprung #part4

Sebelumnya saya ucapkan terimakasih sudah ada yg sudi membaca tulisan saya ini Mungkin ini adalah part terahir dalam cerita #pejuanghisprung Semoga kisah jesna bisa membawa manfaat dan pelajaran untuk kita semua Part 1, Part 2 & Part 3 ada di branda saya ya Setelah kepulangan jesna kerumah saya kira akan menjadi hari dimana kehidupan kembali normal seperti dulu, rumah mungil kami yang diisi saya, suami, ibu saya dan jesna. Rumah yang penuh kebahagiaan menantikan bulan demi bulan kelahiran seorang bidadari kecil Tapi memang ini yang dinamakan manusia yang merencanakan dan Tuhan yang menentukan Sehari setelah jesna pulang suami saya membawa teman sesama nakesnya untuk mengganti kantong kolostomi dan perban luka operasi jesna, saat itu sy adalah ibu bodoh yang minim informasi cara melawat anak anak kolostomi. Saat itu juga baru saya sadar kl kaki jesna tidak seaktif dulu, kaki yg senang sekali main piano play nya, kaki yg selalu nendang nendang di dalam perut kini terkulai lemah. Jesna hanya menatap saya saat di bersihkan katong kolostomi oleh rekan perawat, tatapannya dalam sama seperti saat saya mengantar jesna ke ruang rongsen Hari hari dirumah saya dengan jesna tak berlangsung lama, karena selang 2 hari jesna harus dilarikan ke rumah sakit lagi karena kondisi lemas, masih sering muntah dan ngt nya lepas di cabut jesna sendiri. Memang jesna anak yg aktif sekali, saya bahagia dikaruniai anak seperti jesna Larilah kami tengah malam itu menuju IGD rumah sakit jesna dioperasi, dengan kondisi  ubun ubun jesna cekung dan dehidrasi, padahal dirumah saya tetap susui tp memang efek samping ileostomi salah satunya bisa membuat dehidrasi Dibukalah selang ngt jesna dan isinya adalah cairan hijau tanda ada pelekatan di tubuhnya YaAllah cobaan apa lagi ini, baru kemarin hati senang dibuat kepulangan jesna tp sekarang jesna harus di inpus kembali Betemulah kami dengan dokter N setelah pemeriksaan lanjutan, dan apa diagnosa dokter N? Jesna harus operasi kembali selang seminggu dari operasi yang ke 1 dengan diagnosa pelekatan dan kembung perut kembali Kenapa Allah kasih cobaan bertubi tubi ini kepada saya, apa salah saya? Apa salah saya? Itu adalah kata kata yg selalu saya ucap Sampai jam dimana jesna harus operasi ulang sy lari ke masjid untuk pertama kalinya saya sujud paling dalam, saya rendahkan diri saya seakan akan saya adalah manusia hina manusia yg penuh dengan dosa sedang meminta kepada rabb nya, saya merenung kapan terahir saya merendahkan diri saya kepada sang Pencipta saya untuk terahir kalinya? Apa ini balasan untuk saya yg hanya berdoa tidak sungguh sungguh? Di masjid itu saya sendiri di shaf wanita paling depan, saya sujud saya berdoa "yarabb jika kau ciptakan surga ditelapak kaki ku, sudikah engkau mengabulkan doa ku untuk kesembuhan anakku? Biar doa ini sampai surgamu diaminkan oleh penghuni disana, aku manusia hina rendah tidak punya apapun maka ampuni dosa kami semua" Bahkan saya doakan seluruh pasien RS ini beserta staff nya demi kesembuhan anak saya Tibalah saat operasi ke 2 jesna dengan perasaan waswas berharap semua akan kembali seperti semua. Karena saya baca banyak yg py kelainan seperti jesna bisa op 3 - 6 kali dan sembuh total, saya percaya janji Allah tentang doa seorang ibu.  Tapi saat op selesai jesna langsung dibawa ke ICU dan harus menggunakan ventilator sebagai penunjang kehidupan jesna Selama jesna di ICU banyak bertemu orang orang hebat lainnya, salah satunya bunda zilal. Setelah ini saya akan menceritakan kisah anak soleh sahabat jesna yaitu zilal tp diluar kisah jesna Karena berkat bunda zilal saya bisa melewati masa masa sulit ini, banyak sekali pelajaran yang saya dapatkan dari bunda zilal ini.  Ternyata sebelum op ke 2 adalah saat terahir saya mendengar suara jesna, meski itu hanya sebuah rengekan, tangisan. Dan saya rindu suara itu sampai sekarang tapi sayang suara itu tidak akan terdengar lagi Bayi 3 bulan yg harus dimasukkan ke ruang ICU tempat orangtua sekarat dirawat pun harus saya rasakan Tiap hari menunggu jesna sadar, tiap hari saya ngajikan, saya ajak ngobrol berharap jesna sehat kembali dan bersuara kembali Tp takdir berkata lain, suara jesna sudah tidak terdengar lagi. Saya komplain kepada suster dan dokter mereka bilang itu efek ventilator, saya cek google memang ada beberapa efek seperti itu, tp saya seorang ibu saya tau ada yang beda dari anak saya. Saat jesna kembali ke ruang rawat saya perhatikan jesna menangis tapi bibir membiru, saya panggil suster dan cek saturasi ternyata saturasi dibawah 50 Langsung lah jesna kembali ke ruang HCU, bertemu para perawat lain sahabat sahabat jesna selama disini Setiap hari saya tidur samping jesna, saya takut ini  adalah hari terahir saya dengan jesna, selalu saya kasih afirmasi positif jesna kuat hebat akan sembuh akan dewasa. Jesna akan menjadi dokter seperti kakeknya seorang dokter specialiat ginjal satu satunya di bogor Tapi sepertinya takdir baik memang bukan buat saya, tepat 14 Desember di 3 hari setelah ulangtahun saya ke 23 tahun ternyata jesna memilih pulang ke surga.  Hari hari yang berat Seperti menunggu orang orang yang telah baik merawatnya disini, jesna meninggal di HCU Setelah bertemu para suster para dokter yang telah merawatnya, tepat di jam 03.40 jesna resmi di urus nabi Ibrahim Jangan bayangkan bagaimana perasaan saya saat saat terahir menggenggam tangan anak saya, saat dimana saya dan jesna saling bertatap seakan jesna bilang "terimakasih bunda" Bahkan sebelum tarikan nafas terahir jesna sempat saya bisikkan "ashadualla ilaha illallah WA ashaduanna Muhammad rasullullah" Saya mau anak saya berpulang dengan keadaan terhormat dengan keadaan suci yang entah ketika saya meninggal nanti akan ada yg menuntun saya syahadat atau tidak. Tp suami saya selalu bilang "jesna lahir dari keluarga islam maka pulanglah dengan bangga dalam keadaan islam" Bayi yang 3 bulan lalu saya lahirkan kini harus berpulang duluan menghadap Illahi, bahkan luka sayatan SC saya masih terasa sampai sekarang tp anak saya sudah bermain di surga Allah YaAllah, inikah jawaban mu atas doa doa ku? Doa yg ku pinta dengan rendah hati melalui sujut terdalam ku? Ku minta doa ku sampai surgamu diaminkan oleh para penghuninya tp nyatanya anakku dikembalikan kesana Saya pun berdoa kepada nabi Ibrahim YaIbrahim ku titip anakku bersamamu, tolong jaga dia disaat mataku tidak bisa memandangnya, disaat tangan ini tidak bisa menggendong dan menyentuhnya lagi Tolong bahagiakan dia disana, karena disini kami tidak bisa memberikan apa yg ada di dunia ini lagi Saat saat terahir jesna pun saya bisikkan titipkan salam ayah bunda untuk nabi Ibrahim disana, sampaikan terimakasih bunda untuk merawat jesna disana Tidak ada teriakan histeris,  tidak ada tangisan histeris. Yang ada hanyalah dada yang ikhlas melepas kepergian anak saya, saya dan suami hanya berpelukan saling menguatkan satu sama lain. Tidak ada pemberontakan di ruang HCU yg ada hanya isak tangis para suster, pasien lain dan petugas kebersihan juga anak magang melihat kami ikhlas melepas anak pertama kami. Diruangan itu masih ingat dimana jesna dulu di baringkan, dimana jesna dilepas alat alat penunjang kehidupannya. Hanya pelukan dari para suster dan kata kata penguat dari pasien lain, YaAllah jika aku bisa bertemu mereka lagi rasanya ingin sekali lagi memeluk dan mengucapkan terimakasih. 14 Desember 2021 Saya melepas anak pertama saya, bidadari surga saya kepangkuan Illahi. Saya ahiri dengan status WA innanilahi wainnailaihi rojiunrojiun telah berpulang bidadari tercinta kami jesna althafunnisa binti Muhammad ridwan Pecah tangisan keluarga besar saya, anak cantik yang selama ini dinantikan diambil kembali ke ribaanNya. Anak yang saya selalu berdoa di dalam kandungan akan menjadi anak soleh solehah yang akan mengangkat kami semua ayah bunda ke surganya Allah kini sudah damai di dunia dan kembali ke surgaNya Inikah balasan mu YaAllah? Dari doa doa seorang manusia hina yang memiliki banyak dosa seperti ku yang selalu bersujut meminta surga mu? Hingga kau ambil manusia yang paling kami sayangi kembali dalam keadaan suci untuk memberikan syafaat kepada ku nanti diahirat?  Aku hanya manusia berlumur dosa dan entah berapa banyak manusia yg tersakiti akibat perkataan ku, tindakanku tapi Allah masih sudi mengangkat saya ke surga melalui tangan malaikat kecil yang hadir di rahim saya Sempat saya caci maki Allah, sempat saya ingin menjadi atehis saja. Tp ternyata kuasa Allah lebih besar, kabaikan Allah lebih banyak dibanding dosa saya. Jika jesna adalah prantara saya menuju surga Allah maka saya ikhlas saya ikhlas diberikan kebersamaan hanya 3 bulan dengan jesna, maka berikanlah saya ganti yang lebih baik, anak anak yang menemani kami saat rambut kami mulai memutih nanti seperti doa nabi zakaria yang dikabulkanNya Sekarang jesna sudah sempurna, sudah bahagia, jesna pun sudah banyak teman di surga, sudah memiliki pengasuh yg baik langsung dari Allah Jesna sudah bisa puas meminum susu dari pohon tubha diatas gunung surga Meski sekarang saya masih rindu jesna, masih menangis ingat jesna, ingin rasanya memeluk jesna lagi seperti saat terahir saya peluk dan gendong jesna saat jesna sudah dikafankan Ternyata kendaraan terahir yang saya naikin dengan jesna adalah mobil jenazah, saya dekap saya gendong dan saya peluk sampai pelataran terahir jesna Jesna tidak meninggal, dia akan selalu abadi di hati saya dan keluarga. Masih ingat saat tanah kuburan pertama menimbun badan mungil jesna hingga nisan terahir yang ditancapkan untuk jesna Ayah adalah orang paling tersakiti di kisah ini, 3 bulan lalu ia azankan jesna untuk pertama kali dan hari itu adalah azan terahir jesna untuk terahir kali .  .  Bersyukurlah jika suami/istri mu jahat tp anak mu sehat Bersyukurlah jika mertua/orangtua mu jahat tp anak mu sehat Bersyukurlah jika kamu sekarang sedang di uji ekonomi tapi anak mu sehat Karena Allah akan menguji sesuai kemampuan hambanya, karena setiap rumah tangga akan ada ujiannya masing masing Jika anak kamu ada disamping mu sekarang peluk dia, usap palanya, minta maaflah jika pernah berkelakuan buruk denganya Anak adalah permata hati, jika benar mendidikanya maka surga adalah balasan untuk kita .  .  Terimakasih untuk pacara pecinta cerita pejuang hisprung semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan rezeki yang berlimpah Saya mohon doa alfatiha untuk jesna anak hebat saya

Read more
Pejuang Hisprung #part4
 profile icon
Write a reply

Pejuang Hirschsprung #part3

cerita ini kelanjutan dari pejuang Hirschsprung part 1 & 2 ada di branda saya dari rumah sakit pertama jesna di rujuk kembali ke rumah sakit selanjutnya dikarenakan lebih lengkap dan ada dokter specialist bedah anak disana sampai di rumah sakit rujukan ini saya tetap di tatap oleh mata-mata sayu para penunggu pasien IGD yang mengkasihani saya padahal sudah saya bilang saya tidak butuh itu, yg saya butuhkan adalah doa bukan pertanyaan "kenapa anaknya bu?" terkadang manusia hanya kepo bukan untuk mendoakan tp malah membandingkan keadaan di IGD saya menunggu sampai jesna mendapat ruang rawat dan sempat berbincang dengan suster yg mengantar jesna ke rs ini, saya rasa umur kita sama karena saya memang menikah muda di umur 21 dan melahirkan jesna di umur 22thn lalu suster pamit dan mendoakan kesembuhan jesna. ingin rasanya sekarang saya memeluknya lagi, bercerita tentang keluh kesah saya sekarang singkat cerita dapatlah jesna ruang rawat dengan para perawat yg sangat baik menyambut kita dengan humble, sampai suami saya studi kasus akan penyakit jesna ini hari dimana saya harus bertemu dokter bedah yg sebelumnya nomer wanya saya dapatkan melalui teman perawat saya dengan tujuan smg beliau sudi merawat anak saya, kita panggil saja dokter N. dokter muda yg sangat baik dan menjelaskan kondisi anak saya apa adanya sampai dimana jesna harus di rawat di ruang HCU anak karena pemeriksaan lab yang rendah diantaranya adalah elektrolit yg rendah disitu saya bertemu dengan para suster yg tak kalah baiknya, bahkan mungkin saya dianggap anak dan jesna dianggap cucu mereka sendiri, sering kita berbincang dan bercanda bersama. ya biarpun ada sajalah yg ketus tp tak apa, saya anggap memang sudah karakter. hari hari saya lewati disana sampai ahirnya dokter bedah anak memutuskan jika anak saya jesna harus di lakukan tindak operasi segera, karena tidak ada perubahan yg signifikan dari pencernaannya saat itu juga fikiran saya berkecamuk, dada saya sesak dan malam malam yang saya lewati hanya untuk bersujut meminta kelancaran dan kesembuhan dari sang pencipta, tepat tengah malam saat semua orang terlelap saya bangun. saya bangun untuk membuktikan besarnya kasih sayang seorang ibu kepada anaknya, dan itu saya buktikan langsung kepada Allah agar Allah sudi untuk menyembuhkan jesna permata hati saya di pagi harinya saat saya mengantar jesna untuk rongsen torax saya lihat dia di dorong menggunakan dorongan bayi dan menatap mata saya sangat dalam, saya baru merasakan jika anak saya pun mencintai saya seperti saya sayang sama dia tiba saatnya pukul 09.30 waktu dimana ditetapkan saya melepas anak saya keruangan yang dingin itu, melepas anak saya di gendong dan di bedah oleh orang yg tidak dikenalnya. betapa hancur hati saya, melihat bayi yg 2 bulan lalu saya lahirkan dengan perjuangan kini menghadapi ruang operasi yang dingin sendirian. cuman lantunan doa dan solawat yg saya lantunkan di ruang tunggu operasi alhamdulillah tiba saatnya saya dan suami di panggil menandakan operasi sudah selesai, tiap langkah saya lantunkan doa dan istigfar seperti lantunan syair sayir merdu yang sayang ucapkan untuk tuhan kami Allah SWT satu pinta saya yaitu keberhasilan dan kesembuhan anak saya jesna sampailah kami bertatap muka dengan dokter DBA jesna, dijelaskanlah akar permasalahannya. jika kini usus halus jesna telah di potong sekitar 15cm dan terdapat kebocoran 3 titik sampai cairan dalam ususnya menyebar kemana mana dan tindakan ini dinamakan illeostomi. dan penyebab kebocoran itu juga memicu terjadinya sepsis (bakteri dalam darah) sehingga hasil lab jesna selalu rendah Ileostomi merupakan tindakan pembedahan pembuatan lubang (stoma) antara ileum dan dinding abdomen, bertujuan untuk pengalihan feses. Ileostomi umumnya dibuat pada pasien yang menjalani penanganan kanker kolorektal, neoplasma stadium lanjut dengan infiltrasi usus halus, maupun peradangan saluran cerna.  source : website perpustakaan UI lebih gampangnya skrg jesna pup melalui usus yg dikeluarkan lewat perut jd tidak poop lewat anus lagi YaAllah, bagaimana saya tidak syok. anak yg selalu saya lantunkan ayat ayat suci al-quran, anak yg di nantikan oleh keluarga besar kami semua, anak yg dari rahim tak pernah kekurangan apapun bahkan selalu dipantau tumbuh kembangnya, diberikan vitamin yang terbaik harus mendapat cobaan seperti ini. salah saya dimana? dosa saya yang mana yang harus di tebus anak saya? ucapan itu yang saya pertanyaan kepada sang pencipta, seperti takdir memang tidak berpihak kepada saya bayi 2 bulan itu harus poop menggunakan kantong kolostomi, tiap hari dibersihkan dan ususnya di potong juga ada sayatan diperutnya, salah saya apa? kenapa harus anak saya sampailah jesna seusai operasi kembali ke HCU dan tetap di kontrol, sayangnya keluarga serta kerabat lain tidak bisa menengok karena HCU hanya husus pasien dan orangtua pasien saja saya masih ingat kali pertama jesna operasi saya di kelilingi orang orang baik, sempat kami berpelukan satu sama lain dan saling menguatkan padahal kondisi anak kami sama sama gawat darurat hingga masuk HCU mungkin di lain waktu saya akan buat cerita tentang (teman teman jesna) bukti trimakasih saya dikelilingi orang baik selang 3 hari pemulihan jesna boleh dibawa pulang tapi dengan syarat lab nya sudah bagus semua saya fikir hari jesna di bolehkan pulang adalah hari dimana saya dan keluarga bahagia karena ekspetasi saya terlalu tinggi, saya sudah membayangkan jesna bisa saya gendong dan saya jemur lg, jesna bisa main playgame soundnya yg dia suka apalagi kakinya yg gabisa diem mencet mencet piano, jesna pulang kerumah bisa nonton tv kesukaannya. jesna anak yg pintar dan cerdas, umur 1 bulan sudah bisa mengoceh manggil nene bilang nen, memasukkan tangan ke mulut, matanya sudah fokus jika dipanggil nama dan yg paling bikin ketawa adalah jesna suka sekali nonton tv, mau apapun posisinya pasti palanya menengok ke arah tv saya bersyukur dikasih anak seperti jesna tp sayang rasa syukur saya tidak berlangsung lama . . terimakasih ya untuk yang menunggu kisah jesna ini tp kisah jesna ini kayanya mau saya selesaikan di part 4 saja

Read more
 profile icon
Write a reply

Pejuang Hisprung #part2

melanjutkan cerita yg kemarin agar tidak pd bingung #pejuanghisprung Part 1 : https://community.theasianparent.com/q/tadinya_saya_mau_simpan_cerita_ini_dalam_dalam_biarlah_kekal_dalam_ingatan_saya_/3918214?d=android&ct=q&share=true Setelah jesna didiagnosa kuning dan harus di nicu lg tp sy dan suami sepakat membawa pulang jesna kerumah. Alhamdulillah dirumah kami jesna tumbuh dengan pesat, dan tiap hari selalu di jemur dibawah sinar matahari pagi, juga tiap 2 jam sekali saya susukan. saat itu karena daya hisap jesna masih lemah sampai sy sendokkan 40ml/2jam sekali tanpa menggunakan dot, tp makin lama alhamdulillah jesna bisa beradaptasi dengan dot dan itupun harus saya trial beberapa bentuk dot dan botol nya. kesalahan saya disini adalah tentang minimnya informasi soal bingung punting sampai saya kira asi saya yg tidak enak membuat anak saya malas menyusu, tp dalam medis tidak ada asi yg tidak enak karena asi adalah makanan utama bayi yang baik daripada apapun. bulan pertama peningkatan berat badan jesna sangat signifikan sampai 1.4kg di usianya yang 40 hari tapii semua dimulai dari sini saat jesna lahir vaksinasi bcg sangat langka bahkan di daerah saya puskesmas dan BPM kosong, hanya ada di klinik dan rs itu pun mengikuti jadwal vaksinasi di tempat tersebut ahirnya jesna bisa vaksin saat 40 hari usianya, tp saat usia 2 bulan sy datang lagi untuk iimunisasi DPT 1 saat imunisasi ke 2 saya sempat bingung dan agak hawatir dengan BB jesna yg stuck di tempat sama seperti 20 hari sebelumnya saat vaksinasi BCG bidan bilang saat itu hal yg wajar, tp saya seorang ibu dan saya selalu baca soal tumbuh kembang anak, saya merasa jika ada yg tidak beres pada jesna. saya sempat menyalahkan asi saya yg sy fikir hanya banyak foremilknya sampai saya coba konsultasi online kapada konsultan lataksi ditambah sy harus jd momeping karena bingput jesna selang beberapa lama, tiba tiba jesna diare dan muntah bewarna kuning juga kondisi yg lemas, saat itu memang jesna sudah tidak mau menyusu. saya tau keadaan dimana anak saya tidur dan anak sy lemas, karena jesna adalah tipe anak yg sangat sangat aktif. tapi ini itu berbeda dari biasanya, katanya jika anak diare atau demam dibiarkan saja karena mungkin mau lebih pintar entah itu bisa tengkurap atau mengoceh. tp menurut saya tidak, anak sakit pasti ada indikasi tertentu ahirnya setelah suami sy pulang, sy masih ingat saat itu azan magrib saya dan suami buru buru ke IGD tempat jesna dulu dilahirkan disana saya bertemu dokter jaga, tanpa pemeriksaan cek lab darah dll, hanya ditanya keluhan apa, dan melihat jesna masih aktif lalu hanya diberikan oralit juga obat lambung untuk bayi dan saya disuru pulang saya tidak mau menyalahkan rs dan dokter umum yg merawat anak sy saat itu tapi yang pasti saat kembali kerumah jesna makin parah, sudah tidak mau menyusu bahkan perutnya kembung, nangis rewel pokoknya semalaman itu saya dan suami dibuat stress karena tangisan jesna sampai besoknya sy mau bawa jesna ke specialist anak untuk di cek lebih lengkap soal jesna tp saat subuh hari, hati saya sudah tidak enak, buru buru saya bangunkan suami saya minta antar ke IGD kemarin lagi karena posisi perut jesna sudah kembung dan muntah cairan bewarna kuning kenapa saya kekeh di rumah sakit sebelumnya? karena jesna lahir disana dan rekam medis jesna sudah tertulis disana sepanjang jalan saya cuman nangis saya takut kehilangan jesna anak pertama saya dan sampai disana sy bertemu dokter yg sama seperti malam sebelumnya dengan keluhan yg sama dan lebih parah ahirnya jesna di cek lab dan uuntuk kedua kali jesna harus diambil darah, andai kalian ada di posisi saya pasti teriris sekali hati seorang ibu melihat anaknya menangis harus merasakan sakit dan tak lama hasil lab keluar dengan hasil yg buat saya tersambar petir bagaimana tidak, dokter bilang HB jesna hanya 6.5 dan lekosit meningkat menjadi 40.000 YaAllah dosa apa yg saya lakukan dulu sampai anak saya menderita seperti ini, bayi usia 2 bulan harus mencari donor darah AB+ kl saya dan suami bisa mendonorkan darah kami akan kami donor, tp sayang saya bergolongan B dan suami A yg menyebabkan anak kami harus bergolongan darah langka masih ingat saat magrib tiba tiba jesna kejang, pertama kali dalam hidup saya melihat orang kejang dan itu anak saya sendiri saat itu juga suami saya mencari donor darah di kota lain tak lama setelah donor dan jesna di puasakan karena perut kembung anak umur 2 bulan itu harus puasa 4 hari tidak minum asi sama sekali, bibirnya sampai kering dan hanya nangis haus biarpun di inpus tp tetap saya rasa lapar tetap ada sampai dokter mendiagnosa jesna terkena hisprung deases untuk lebih jelasnya hisprung intinya bukanlah sebuah penyakit melainkan kelainan bawaan lahir Penyakit Hirschsprung adalah gangguan pada usus besar yang menyebabkan feses atau tinja terjebak di dalam usus. Penyakit bawaan lahir yang tergolong langka ini bisa mengakibatkan bayi tidak dapat buang air besar (BAB) sejak dilahirkan. Saraf di usus besar berfungsi untuk mengontrol pergerakan usus. Pada kondisi normal, pergerakan usus besar inilah yang mendorong feses keluar. Namun, pada penyakit Hirschsprung, saraf di usus besar tidak terbentuk dengan sempurna. Akibatnya, feses menumpuk di dalam usus besar. https://www.alodokter.com/penyakit-hirschsprung betapa hancurnya hati saya saat anak yg saya lahirkan di dagnosa memiliki kelainan lahir yg sangat bahaya sampai ahirnya dokter bedah umum rumah sakit itu menyerah tidak mau menangani karena beresiko tinggi terjadi kepada bayi jika kalian menjadi saya maka kalian pasti akan melakukan apa yg saya lakukan, melakukan yg terbaik untuk anak saya pun begitu, setelah saya pelajari ternyata jesna harus di rujuk ke rumah sakit yg lebih besar dengan dokter specialiat bedah anak untuk pertama kalinya saya naik ambulance dan saya harus membawa anak saya di ambulance tersebut tentunya dengan tatapan miris orang orang yg lewat yg melihat saya menggendong bayi saya yang masih menggunakan selang NGT dan inpusan kalopun saya bisa bicara saya mau bilang saya gamau dikasihani dengan tatapan kalian saya ga butuh belas kasih kalian seakan akan saya manusia paling menderita di dunia memang saya lagi terpuruk tp saat ini yg saya butuhkan hanya doa dan pemberian maaf dari orang orang yg mungkin saya sakiti.... part selanjutnya tentang cerita di rumah sakit rujukan... saya buat beberapa part ya soalnya kl di gabung akan panjang sekali sebelumnya saya ucapkan terimakasih untuk yg sudi membaca cerita saya

Read more
 profile icon
Write a reply

Pejuang Hisprung #part1

tadinya saya mau simpan cerita ini dalam dalam, biarlah kekal dalam ingatan saya beserta keluarga. tentang bagaimana hari-hari yang kami lewati pada masa-masa pahit itu tp setelah difikirkan lagi, sepertinya saya harus membuka diri agar menjadi pelajaran bagi orangtua lain tentang pentingnya mendeteksi kelainan anak dari dini. kalaupun gaada yg membaca tulisan saya biarlah ini ttp ada di akun ini agar jadi pengingat saya tentang kisah anak pertama saya . Berawal dari tanggal 23 agustus 2021 di hari kelahiran anak saya yang di sambut suka cita oleh keluarga, menjadi anak pertama, cucu pertama, ponakan pertama. kalo kata tiktok kasta tertinggi keluarga Jesna lahir dengan sc cito, setelah pendarahan dan terlilit tali pusar juga sungsang. saya saat itu udh ga mikir lg mau sc mau normal kita semua sama ko ttp jadi ibu. awal jesna lahir itu keadaan normal, sehat, cantik, putih, nangis dengan keras seperti gaada satupun kekurangannya tapi hari kedua setelah kelahiran saya di bikin waswas setelah suster bilang kl jesna blm poop hari itu, harusnya anak itu poop pertama di 24 jam awal, dan saat anak sy di serahkan dengan kondisi sering gumoh dan nangis dan dikata wajar oleh bidan saat itu. mertua saya bilang mungkin nangis karena lapar mau nyusu, saat itu alhamdulillah sy adalah salah satu wanita yg diberikan kemudahan ASI. hari ke 1 jesna lahir asi sy sudah keluar biarpun tidak banyak, tp masalahnya anak sy kesulitan menyedot. awalnya sy fikir mungkin karena punting dan aerola saya besar dan mulut anak sy kecil, atau karena salah pelekatan. sampai ahirnya sy kena hasutan mertua untuk kasih surfor untuk sementara dan parahnya itu ngide sendiri tanpa konsul dokter. pdhl sy sudah di edukasi jika baby lahir msh ada persediaan makanannya bisa untuk 1-3 hari kelahiran, tp ttp saja mertua saya panik cucunya nangis terus dan suami pun kena hasutan mertua. hari ke 2 setelah lahir anak sy poop juga setelah di kasih surfor be****** dan saya bilang ke suster kl anak sy nangis trs sedangkan gamau dbf jd sy kasih sufor. langsung lah sy disitu dimarahi dan anak sy langsung dibalikan ke ruang anak. knp sy ga pumping?karena kebodohan saya waktu itu minim informasi soal pasca melahirkan dan merawat newborn, dl sy fokus tentang cara melahirkan baik itu normal ataupun sc. sedangkan ibu dan mamer saya adalah wanita wanita zaman old, dan itu yg sy sesalkan sekarang minimnya pengetahuan saya dalam merawat anak. singkat cerita pulanglah sy kerumah pasca pemulihan sc, dan di rumah baru sy pumping alhamdulillah dpt sekitar 60ml itu bikin sy seneng ahirnya sy bisa memberi makan anak sy. tidak sampai disitu sy sempat kena baby blues karena anak sy rewel nangis terus dibilang asi saya ginilah gitulah dan itu mamer yg bilang, apalagi mamer tiap hari kerumah nengokin cucunya sampai bikin saya susah beraktifitas blm lg selalu gendong cucunya entah lg tidur atapun apapun, kl nangis dikasih asip sampai saya kesulitan untuk relaktasi dbf dengan anak. sesaimpainya di rumah sy jd mom eping, karena saya tau mengasihi itu harus keras kepala dan sy gamau menyerah gt aja untuk kasih asi ke jesna saya perhatiin isapan anak sy nyedot itu lemah sekali, bahkan hoby tidur harus sy bangunkan untuk menyusu. mamah sy bilang itu wajar untuk usia NB tp feeling ibu itu kuat, sy rasa anak sy ada yg tidak wajar. sampai ahirnya jadwal kontrol jesna ke faskes ke 1, di sana jesna dibilang kena kuning sampai sy harus rujukan ke poli anak untuk cek bililubrin jesna. hati ibu mana yg ga sedih melihat anaknya nangis di ambil darah, dan saat pemeriksaan sy lega jika bililubrin jesna di batas normal hanya saja memang terlihat kuning, dalam hati saya mungkin aja emg karena kulit jesna putih jd keliatan kuning. konsullah suami saya ke dokter specialiat anak terkait hasil lab yg semua oke. dokter menyarankan jesna masuk nicu karena kurangnya isapan menyusu tp saya sepakat dengan suami tidak mau, karena itulah kebodohan kami masih percaya dengan orang sekitar jd kuning lebih baik di jemur dibawah sinar matahari dan atas kesepakatan dengan dokter jesna harus 2jam sekali dibangunkan dengan minimal minum 40ml dan semua itu tidak berahir disini...... part 2 : https://community.theasianparent.com/q/melanjutkan_cerita_yg_kemarin_agar_tidak_pd_bingung_pejuanghisprung_part_1_https/3919573?d=android&ct=q&share=true

Read more
 profile icon
Write a reply