Persiapan mental menjadi orangtua dimulai sebelum melahirkan
4 tahun lalu saya melahirkan anak pertama secara normal dengan induksi dan bantuan ekstraksi vakum. Karena sesuatu hal, dokter kandungan menyarankan saya untuk puasa (hanya boleh minum air putih) hingga kontrol selanjutnya (selama 7 hari pasca lahiran). Selama 4 hari ASI saya tidak keluar, menyebabkan anak saya rewel, menangis setiap malam dan susah untuk didiamkan, sehingga mau tidak mau saya dan keluarga harus begadang. Saya terus berusaha tetap menyusui anak saya walau ASI tidak keluar, berharap akan memancing ASI segera keluar namun tidak membuahkan hasil. Hampir setiap malam saya menangis, karena hal-hal sepele pun menangis, ketika melihat anak, suami dan mertua juga menagis. Ada perasaan bersalah, tidak berguna, selalu merepotkan, ditambah dengan lelah fisik dan hati. Ingin untuk bercerita atau sharing tetapi ragu karena takut akan membuat cemas. Akhirnya saya mulai mencoba untuk membaca artikel di internet mengenai kondisi saya dan mengikuti komunitas di media sosial, dari sinilah saya mengetahui kemungkinan saya terkena baby blues dan mendapat informasi serta padangan untuk mengatasi masalah ini. Saya berusaha untuk memotivasi diri sendiri, positif thinking, mencoba bahagia, fokus kepada anak, mengenyampingkan hal dan omongan yang tidak penting serta mulai untuk sharing dengan suami. Alhamdulillah kurang lebih 1 bulan saya sudah mulai dapat mengontrol emosi saya dan mengatur ritme kehidupan baru dengan anak tercinta. Bulan Agustus lalu saya melahirkan anak kedua secara caesar. Tentunya saya lebih siap dan bahagia, dengan belajar dari pengalaman sebelumnya. Saat menanti kehadiran buah hati tercinta kita terlalu sibuk mempersiapkan perlengkapan bayi , memang menyenangkan dan penting, tetapi jangan melupakan sesuatu yang juga penting yaitu mempersiapkan mental untuk mejadi orang tua. Siap untuk lelah, lebih sabar, selalu bahagia, menjadikan omongan orang sebagai motivasi diri, positif thinking dan ikhlas. #KesehatanMentalTAP
Read more
Asi merupakan nutrisi terlengkap dan anugrah yang diberikan Tuhan melalui seorang ibu kepada buah hati. Tetapi terkadang untuk memberikan Asi kepada buah hati bukanlah perkara yang mudah dan membutuhkan perjuangan. Mulai dari Asi yang keluar seret, melawan rasa kantuk dan lelah saat menyusui, kesulitan perlekatan yang tepat dengan bayi saat menyusui, harus mendengar omongan-omongan yang tidak penting dari sekitar, hingga memikirkan stock Asip ketika ibu harus bekerja. Apapun kendala dan perjuangan yang harus kami lalui akan kami hadapi demi memberikan nutrisi terbaik kepada buah hati untuk tumbuh kembangnya yang optimal, tentunya disertai dengan sabar, ikhlas dan yang paling penting adalah tetap bahagia. Tetap semangat bagi para pejuang Asi. Usaha tidak akan pernah membohongi hasil 🤗 #PentingnyaMengASIhiTAP
Read more




