Grup HPL: Februari 2026 icon

Grup HPL: Februari 2026

82.9K following

Feed

Hidup bersama ibu mertua yang selalu merasa dirinya benar

Aku lagi capek banget sekarang. Semalam hampir gak tidur, puting sakit, anak rewel lama, aku juga belum makan teratur. Badan rasanya lemes tapi tetap harus nyusuin, ganti popok, dan nenangin dia. Jujur aku lagi sensitif juga, apa-apa rasanya kepikiran. Ditambah lagi aku jadi kepikiran soal ibu mertuaku. Dari awal menikah sebenarnya hubungan kami memang tidak dekat. Bahkan namaku saja salah disebut. Aku juga merasa beliau tidak pernah benar-benar memperhatikan aku. Setiap ada masalah, aku selalu disebut dan disalahkan. Komentar-komentarnya juga kadang membuat aku merasa tidak dihargai sebagai ibu baru, seolah apa yang aku lakukan selalu kurang benar. Aku juga masih ingat waktu beliau bilang kalau anakku nangis sebaiknya ditaruh saja di kamarnya saja dan merasa dia bisa lebih hebat karena bisa membuat anakku tidak nangis lagi dia menyebut dirinya mama ke anakku dan juga selalu salah menyebut nama anakku jadinya selalu dipanggil budak. Dia juga suka masuk kamar tanpa ketuk pintu setiap aku kunci pintu kamar dia selalu mengecoh dan bilang kebiasaan seakan-akan apa yang kulakukan salah. Awal pulang RS dia selalu memasakan sayur bening agar asiku banyak itu permintaan anaknya suamiku setiap suruh makan ngomong dimakan sayurnya biar banyak ASI-nya kaya keponakannya, dan dia selalu membandingkan Asiku yang#sharing # # menurutnya sedikit beda dengan keponakannya. Padahal aku lagi berusaha dan berjuang agar ASIku banyak. Kalimat seperti itu bikin aku merasa seolah aku melakukan sesuatu yang salah dan membuatku stres, padahal aku cuma berusaha jadi ibu yang baik. Jadi setiap beliau telepon, bukannya merasa senang, aku malah merasa capek duluan. Bukan karena aku benci, tapi rasanya setiap komunikasi tidak membuatku lebih tenang, malah menambah beban di pikiranku. Akhirnya aku memilih tidak mengangkat teleponnya. Aku butuh ruang, butuh tenang, fokus ke anak, dan menjaga kondisi mentalku. Tapi di sisi lain aku jadi kepikiran… apakah sikapku ini berlebihan? Wajar gak sih kalau aku jaga jarak karena aku capek dan gak nyaman? Aku cuma ingin suasana lebih tenang tanpa tekanan tambahan. #curahanhatiseorangmenantu #curhataja

Read more
undefined profile icon
Write a reply
Load More Posts