Apakah ada Bunda di sini yang sedang merawat orangtua atau mertua yang sakit? Baca: https://id.theasianparent.com/perjuangan-merawat-mertua/web-view/?post=poll
Voice your Opinion
Aku (share pengalaman Bunda dI kolom komentar)
Kebetulan tidak

18482 merespon

158 Tanggapan
undefined profile icon
Tulis tanggapan

Awal tahun 2023 ini ibu kandung saya menderita pembengkakan jantung, awalnya saya dan keluarga tidak mengira ibu kena pembengkakan jantung. saat itu kondisi ibu demam, panas dingin lalu dibawa kepuskesmas dan diminta untuk dirawat tp ibu ingin hanya rawat jalan saja, dengan diagnosa awal gejala tifus. namun setelah obat habis masih demam, dan akhirnya dibawa kepuskesmas lagi dan langsung dirawat. diagnosa perawat disana mengatakan ibu kena dbd, namun perut ibu kian lama kian membesar seperti orang kembung. langsung dirujuk kerumah sakit A, dengan hasil rujukan dr puskesmas tanpa ada pemeriksaan lain ibu masuk ke ruang untuk dbd. bukannya semakin membaik wajah, kaki, tangan, seluruh badan membengkak semua. setelah 5 hari akhirnya ibu diijinkan pulang, sampai rumah pun ibu masih lemas, badan bengkak², hingga kesulitan bernafas. hingga akhirnya kami memutuskan untuk membawa ibu kerumah sakit B yang fasilitasnya lebih terjamin, atas saran seorang kenalan kami tidak memberitahu riwayat sakit ibu dan hanya mengatakan ibu tidak mau makan. satset dokter disana langsung mendiagnosa bahwa ibu terkena pembengkakan jantung, lantaran salah obat. saat itu kondisi saya 2 bulan setelah kuret, keguguran calon anak saya yg pertama. pontang panting menemani ayah untuk menjaga ibu dirumah sakit, alhammdulilah saat ini ibu saya sudah sembuh walau masih harus kontrol setiap bulannya

Baca lagi