KALIAN BUKAN PENGHAKIM

Assallammuallaikum Parents perkenalkan aku Devi. Aku ibu dengan satu putri yang sempat didiagnosa terkena Post Partum Depression ketika baby Franda berusia 3 bulan. Ini syndrome Yang katanya satu tingkat lebih tinggi diatas baby blues. Singkat cerita aku tinggal mandiri bertiga bersama suami dan baby dirumah peninggalan orangtua ku. Ayahku meninggal dan ibuku menikah lagi tentunya tinggal dirumah ayah tiriku. Awalnya aku hanya mengira aku kelelahan dan butuh beradaptasi maklum barusaja bersandang new mom. Tapi seiring berjalannya waktu tepat baby ku usia 3 bulan moodku kacau aku gampang ngeluh, marah, lelah hingga ingin menyerah. Tet*ngg* sering mengatakan kamu kok jadi ibu kayak gini gitu, ehh anak nya ini itu Yah semacam body shaming gitu. Aku terima aja ocehan dan komentar mereka hingga akhirnya menumpuk ketambahan pekerjaan rumah yang banyak dan harus diselesaikan. Saat itu pikiranku ingin refreshing refreshing dan refreshing apalah daya keluar pun tak bisa karena suami kerja pulang sore dan aku harus mengurus baby dirumah. Jujur aku jarang keluar rumah, keluarpun jikalau lagi belanja maupun diajak suami keluar bersama baby. Keluar itupun sekedar dekat-dekat rumah saja atau membeli keperluan. Semakin hari semakin menumpuk beban fikiranku. Tibalah saat babyku rewel. Yahh puncaknya aku marah ke suamiku ku lampiaskan semuanya, terucaplah kata "aku stress, Uda aku capek " sembari mengunci pintu kamar mengabaikan putri kecilku bersama ayahnya . Usai kejadian itu pekerjaan rumah seakan terabaikan dan yang ada hanya mengeluh dan mengeluh ingin menyerah.Sepanjang malam menangis sedih entah tiba2 semacam itu. Tapi Alhamdulillah tidak sampai berfikiran untuk mengakhiri hidup sebab syndrom ini jika parah bisa merenggut nyawa. Alhamdulillah berkat support suami dan juga keluarga PPD ini sedikit demi sedikit menjauh pada diriku. Poin atau kunci utamanya adalah didiri kita. Bagaimana cara kita mengontrol diri. Refreshing memang diperlukan akan tetapi g melulu harus jalan jalan jauh mengusir penat. Cukup duduk Santay depan rumah atau muter2 desa sedikit bisa mengobati lelah sepanjang hari. Pesanku jangan sampai kita terjerembak pada suatu kondisi yg kita merasa tersudutkan, maupun banyak pikiran. Sebab hal tersebut sangat berdampak pada emosi dan mental diri. Sharing dengan ibadah maupun dengan suami akan meringankan beban sesekali refreshing tak jadi masalah asal kita mematuhi protokol kesehatan agar virus bermahkota tak hinggap ditubuh kita. Jika terdapat tanda2 yang sepertinya melukai mental sesegera mungkin konsultasi ke psikiater atau semacamnya agar tidak menjadi parah. Salam hangat dari aku ya bundaa. Kalian semua hebat. Mensana in corporesano😍 #KesehatanMentalTAP

KALIAN BUKAN PENGHAKIM
1 Tanggapan
 profile icon
Tulis tanggapan

tulisan bunda mengandung bawang 😢 semangat bunda demi si embul 🤗

Baca lagi
4y ago

iya Bun.. semangat.. kesehatan mental memang perlu ybun🤗 peluk dr jauh bunda