Lutfiani SetiaOne profile icon
PlatinumPlatinum

Lutfiani SetiaOne, Indonesia

Kontributor

About Lutfiani SetiaOne

Preggers

My Orders
Posts(3)
Replies(7)
Articles(0)

Keputusan berat meninggalkan suami untuk pulkam

Halo. Saya mau cerita agak panjang masalah rencana pulang ke kampung halaman saya untuk lahiran disana dan ninggalin suami saya. Jadi sejak menikah saya sudah diajak suami saya untuk tinggal bareng mertua, namun awalnya saya menolak dan memutuskan untuk tinggal di kostan dekat tempat kerja suami saya di Tangerang. Namun disana saya merasa tidak nyaman karena cuaca yg panas tidak cocok bagi saya yg sudah terbiasa tinggal di hawa yang dingin. Lalu dua bulan kemudian dengan berat hati saya memutuskan untuk tinggal bersama mertua yg disambut antusias oleh suami saya dan mertua saya. Setelah tinggal disana, Alhamdulillah saya TP dg hasil positif. Dan segala rencana pun dibuat oleh kami, dari mulai cek up tiap bulan sampai lahiran nanti. Namun saya memutuskan untuk lahiran di rumah ibu kandung saya, dan sepakat akan pulang saat masuk usia 5/6 bulan kehamilan. Tidak terasa waktu berlalu sampai saya hamil berusia 5 bulan, yg dimana bulan depan saya harus pulang kampung. Awalnya saya sangat senang bisa kembali pulang setelah sekian lama. Namun akhir² ini saya dilema, jika saya pulang mau tak mau saya harus meninggalkan suami saya di rumah, meskipun itu dirumahnya sendiri, tapi setidaknya sebagai seorang istri yg tiap hari di rumah dan selalu bertemu rasanya berat untuk ninggalin dia karena rumah kami sangat jauh. Meski bisa menggunakan kendaraan namun butuh waktu 2 jam. Kadang saya nangis sendiri, tapi gak berani bilang sama suami saya. Karna dia sendiri pun tidak ingin saya pulang. Jika saya bahas tentang 'pulang' dia otomatis akan merajuk dan tidak mau membahasnya. Itu yahg buat saya makin berat untuk pulang. Entahlah ini memang saya nya yg baper atau bawaan hamil. Tapi Jujur memikirkan nya saja saya sudah sedih, apalagi nanti setelah hari H.

Read more
undefined profile icon
Write a reply