Kisah perjalan single parent menjadi #ibujuara
Hai bunda ini perjalananku sebagai seorang #ibujuara Awal kehamilan sampe 2 hari sebelum melahirkan aku mengalami mual dan muntah hebat apalagi di dekat suami pasti seperti itu , karena selama kehamilan entah kenapa jadi benci banget sama suami . Tanggal 22 November 2016 putri pertamaku lahir begitu bahagianya kami telah menjadi orang tua . Kami ikuti setiap perkembangannya hingga akhirnya tanggal 27 Maret 2017 kami kehilangan sosok laki-laki yang begitu mencintai kami sebagai seorang istri dan anak . Kala itu rasanya langit seperti runtuh gelap dan tak tahu harus bagaimana karena memiliki status baru sebagai seorang single mom . Kala itu rasanya ku tak mampu karena di usia 21 tahun yang baru menjalani rumah tangga selama 1 tahun dan baru saja menjadi seorang ibu harus menanggung semuanya sendiri tanpa kehadiran suami . Aku sempat mengalami depresi selama beberapa bulan karena harus mengurusi surat kematian dan surat hak ahli waris yang selalu di koreksi oleh pihak kecamatan tempat aku tinggal , belum lagi menyiapkan surat tersebut harus keluar daerah dulu karena harus legalisir dokumen saksi meninggalnya suamiku . Setelah semua itu beres aku bikin BPJS untuk anakku yang harus medical check up di rumah sakit agar ketahuan tertular penyakit atau tidak dari almarhum ayahnya . Untuk sementara waktu aku memilih tidak bekerja dulu karena ingin fokus mengurus anak , akhirnya aku berjualan jajanan anak-anak di rumah dan keliling ke sekolah dasar dekat rumahku . Seiring berjalannya waktu pada bulan Maret 2018 putriku terkena penyakit yang merenggut nyawa ayahnya , dan itu tepat terjadi 1 tahun ayahnya meninggal . Aku merawatnya seorang diri di rumah sakit dan sempat 1 hari anakku kondisinya kritis . Aku cuma bisa berdoa pada Tuhan "ya tuhan aku rela suamiku engkau panggil kembali , tapi aku belum rela bila anakku menyusul ayahnya . Tolong sembuhkan lah anakku , karena dia adalah amanah yang terindah untukku" Tuhan mengabulkan doaku setelah dokter bilang anakku ada kemajuan da akhirnya berobat jalan selama kurang lebih 6 bulan . Selama berobat jalan 3 bulan pertama anakku sering sakit dan pernah dalam satu bulan setiap minggunya bolak balik rumah sakit . Pada September 2018 dokter menyatakan bahwa anakku telah sehat , aku langsung sujud syukur dan bilang terima kasih yang begitu banyak pada dokter dan suster yang telah membantu penyembuhan anakku . Pada Oktober 2018 aku mulai bekerja kembali sebagai cleaning service di salah satu hotel di Bandung . Semuanya berjalan normal dan kulakukan secara profesional , ada suatu ketika anakku kembali jatuh sakit dan harus di rawat di rumah sakit , aku langsung pulang kerja dan merawat anakku seorang diri . Seminggu kemudian anakku telah sembuh dan aku mulai kerja kembali . Dari Maret 2020 sampai dengan akhir Juni 2020 aku harus WFH karena pandemi COVID-19 . Ku gunakan waktu tersebut untuk melakukan hal yang menyenangkan bersama anakku , mengajarinya membaca , menulis dan menggambar pokoknya semua kegiatan yang jarang kami lakukan selama aku kerja . Juli 2020 aku kerja kembali dan akhir September aku kena PHK karena efek dari pandemi COVID-19 . Selama satu bulan lebih aku mencari pekerjay namun belum juga dapat , pada akhirnya aku kerja kembali pertengahan November ini di hotel yang lain tapi masih di kota Bandung . Terkadang anakku sudah memintaku untuk tidak bekerja , tapi aku jelaskan pada anakku kenyataannya bahwa dia tidak seberuntung temannya yang ayahnya bekerja dan ibunya di rumah . Keinginan ku juga seperti itu . Terkadang anakku di saat aku sedang down dia hadir seperti tiba-tiba memelukku , terkadang dia juga bilang "mamah capek ya pulang kerja , sini raya pijitin kakinya" , kadang juga suka kasih kejutan cium pipi dan bilang "mamah saranghae" "raya sayang mamah" Walaupun awalnya aku tidak yakin bisa melakukan ini semua , tapi akhirnya aku bisa jadi #ibujuara untuk anakku . Terima kasih dan semangat menulis untuk #ibujuara lainnya
Read more


