Hallo bunda.. ini ceritaku ya tentang anakku di umur 1.5 tahun terkena gejala fimosisi, sebagai #ibujuara tentunya sedih ya ketika anak sakit, siapapun ibu ketika anak sakit adalah hal paling mematahkan hatinya..jdi bulan Agustus 2020 tiba2 anakku panas tinggi, naik turun 2 hari. Aku lgsung ke dokter untuk berobat, dokter mendiagnosa kalo anakku terkena virus tp ntah virus apa, dengan resep obat yg kutebus, Alhamdulillah sehat kembali.. selang 1 bulan kemudian anakku panas tinggi hingga 40c, aku panik dan membawanya ke UGD tapi dokter tidak merekomendasikan dirawat ntah penyebabnya apa. Jujur saya aku bingung dan merasa janggal. karena aku makannya normal, bab/bak normal, tidak ada tanda2 gejala tipes/dbd. Tiba2 aku teringat pada kawanku yang pernah curhat anaknya terkena fimosis. Lalu aku search tentang Fimosis. Akhirnya aku berobat ke RS berbeda, aku menyinggung soal fimosis kepada dokter dan dokterpun memeriksa. Ternyata anakku terkena gejala fimosis mesti di rawat karena panas tinggi dan alhamdulillah reda boleh pulang. Namun aku khawatir jika tiap bulan anakku harus panas dan bulak balik Rs akhirnya konsul dengan dsa di RS tersebut dan jalan satu-satunya sunat. Bisa bunda bayangkan anak 1.5 tahun belum lancar bicara harus sunat dengan bius total ? sedih hancur tapi ingin sehat dan sembuh.. Akhirnya akupun mengambil tindakan sunat, dan pemulihan sekitar 3 minggu. Dan sekarang tidak pernah kambuh/sakit lagi.. Alhamdulillah. Setelah konsul terakhir jadi ternyata alat kelamin anak laki2 ekstra pembersihannya, dan jika memakai pampers harus sering ganti.. semenjak saat itu saya toilet traning, dan ini pengalaman pertama saya memiliki anak laki-laki. semoga cerita ini menginspirasi ya bunda bunda . tetap menjadi yg terbaik sebagai #ibujuara diaetiap hati anak
Read more
MengASIhi salah satu perjuangan #Ibujuara
Melahirkan adalah momen paling dinantikan dan makin dekat dengan HPL makin was was ya rasanya. Tapi semua terasa plong jika bayi dalam kandungan sudah ada di dunia. Setelah melahirkan ada lagi kewajiban kita untuk menyusui / mengAsihi anak hingga 2 tahun lamanya, mengAsihi ternyata tidak semudah yang diperkirakan, waktu hamil 8 bulan kolustrum ku sudah mulai keluar dan ketika aku konsul ternyata itu normal tanda bahwa asi yang akan mencukupi kelak. Setelah lahir itu dimulai drama menyusui, pertama asi yg keluar ternyata sedikit, lalu dibantu susu formula. sebagai newmom jujur saya kewalahan harus bangun malam hari, buat susu dan menidurkan anak. Akhirnya saya dibantu mama belajar menyusui dengan pelekatan yang tepat, awal awal putingku lecet hingga berdarah, bahkan sempat panas dingin karena sudah penuh dan tidak dikeluarkan. tapi berkat mamah yg memberiku semangat akhirnya aku bisa dan jago menyusui hihihi, terimakasih untuk supportnya sesama #ibujuara ya mah ♡, sekarang aku lanjut mengAsihi anak ke 2 karena jarak mereka yg dekat. hihihi Untuk semua para ibu yang mengAsihi langsung/pumping atau bahkan memberi susu formula itu adalah #ibujuara karena berkorban waktu bahkan finansial untuk anaknya agar tetap sehat & nutrisi terjaga serta memenuhi hak anak di 2 tahun pertamanya, jadi tidak ada istilah anak sufor/anak asi karena semua ibu pasti ingin memberi dan mengusahakan yg terbaik untuk anaknya.
Read more
Operasi SC perjuangan #ibujuara
Semua ibu adalah sempurna bagi anak2nya mau bagaimanapun cara lahirnya. Melahirkan merupakan perjuangan hidup dan mati. Melahirkan anak pertama dengan cara normal dan selamat suatu anugerah dan saya sgt bersyukur. Singkat cerita aku hamil anak ke 2, kehamilan ke 2 dirasa sangat nyaman karena tidak ada rasa mual dan semua lancar, karena dirasa aman dan baik2 saja saya ikut acara Famgath dari kantor suami ke dufan di -2 minggu HPL, emang lelah jalan jauh menyambangi setiap permainan, karena ku pikir ini saat terakhir bisa QT bareng kakak sebelum adik lahir. Lusanya air ketuban rembes tidak tertahan dan masih santai memasak karena merasa akan melahirkan tapi agak curiga tidak ada kontraksi. Siang hari baru ke dokter lewat jalur poli kandungan dan ternyata harus ambil tindakan SC karena sudah kering air ketubannya, sedih takut tidak terbayang karena anak pertama lahir normal dan tidak pernah terpikirkan akan SC, aku pasrah karena aku berjuang ingin bayiku lahir selamat dan akhirnya aku SC tanpa didampingi suami/keluarga, di dalam ruangan dingin hanya menggunakan kain penutup semua peralatan sudah siap, dan dokterpun siaga. aku melihat sekeliling ruangan dengan terus menangis walpun sudah ditenangkan o/ dokter, pertama aku dibius di tulang belakang,terasa hangat dari kaki hingga perut lalu dipasang selang untuk BAK, sempat kulihat dari monitor siluet dokter dengan pisaunya menyayat perut ini dan kemudian monitor nyala hingga aku hanya bisa memandangi langit2, prosesnya begitu cepat dan tidak sampai 2 jam aku sudah di kamar inap, seketika aku merasa bahagia melahirkan tanpa sakit, lalu setelah 3 jam obat bius habis dan rasanya sakit tidak karuan tapi harus tetap MengAsihi anakku, tidak bisa dijelaskan bagaimana rasa sakitnya dan pemulihan untuk bisa jalan normal lumayan lama. Dari situ aku tau bahwa menjadi #ibujuara tidak harus lahir normal, bahkan SC pun penuh perjuangan dan sama sakitnya.untuk para #ibujuara dengan lahiran SC itu bukan keinginannya tapi itu semua demi menyelamatkan bayi dalam kandungan yang tdk memungkinkan jika lahir normal. Perjuangan #ibujuara memang berat, tapi semua terbayar dengan kehadiran si kecil
Read more





