



Gak habis pikir suami sikapnya jahat bagitu aku kira udah berubah, dulu waktu hamil anak pertama masih tm 1 dia pergi kabur dan sama orang tuaku saat dia kembali dia di izinkan, namun sekarang dia malah bikin aku dan anakku merasa kelaparan dirumah, => Posisi rumah itu hanya ada 3 rumah tapi jauh dari tetangga, warung jauh, pasar apa lagi jauh, tempat tinggal orang tua juga jauh. => Suami selama ini kerja ngojek, hasil ngojek gak nentu kadang 50,70,90,100, tapi selama ini aku selalu bersyukur dan tidak mengeluh, selama ini aku bantu nanam sayuran supaya bisa dijual, jualan online untuk membantu ke ekonomian, nah bulan 11 dia memuturkan kerja di kandang ayam, yang dia bilang kerjanya dari jam 12 malam pulang paling lama jam 8 pagi, gajinya 100ribu, nah pas bulan 12 dia selalu disuruh datang jam 11 malam, dan pulangnya jam 9, jam 10 kalau gak saya telpon diq gak pulang-pulang, nah gaji yang disini bulan 12 kalau ayam full itu masih 100ribu kalau ayam gak full 50ribu,kerjaan dia nyembelih ayam, bubut ayam, nyelor ayam, paking ayam, antar ayam, bahkan sering ntagihan juga, karena aku dan anak masih aman ya udah dan di bulan itu aku masih kerja jahit jadi masih aman, aku juga masih kerja jadi live streamer gaming, jadi aku dapat uang dri live dan dari jahit di konveksi, tepat setengah bulan dia nuduh aku selingkuh dan ribut teriak-teriak didepan wajahku sangat dekat, sambil dia sikut-sikut aku, bibir aku pecah gara-gara kena sikutnya, piring dipecahin, dan teko di pecahin, sampai ada yang tetangga merelai itu, padahal aku sering tanya kamu cemburu gak aku live, kamu kalau gak suka aku live nanti bilang aku berhenti setiap hari aku tanya saat dia jemput aku pulang, tapi dia bilang tidak lakukan aja asal emang hanya kerja, tapi pas hari itu ngamuk2 dia, singkatnya dia tenang dan dia bilang berhenti main game dan live itu, ya aku turutin, reda emosinya tapi habis itu aku sering gak di jemput sepeulang kerja kadang sampai jam 6 sore, aku pulang kerja selalu jam 4.30 tapi setiap hari sabtu dia selalu cepat jemput hari sabtu aku gajian, ngajak jajan dsb, nah tepat habis tahun baru karena aku gak kunjung haid aku tespack ternyata aku hamil anak kedua ini, respon dia senang anak juga senang, tapi saat aku ajak dia periksa seperti berat banget, tapi ternyata sampai ke klinik biaya periksa itu ditangung bpjs, dia wajahnya yang dari jengkel jadi senang, beli susu hamil, dan pulang, 1 minggu aku masih kerja, tapi minggu berikutnya aku mual muntah lemas dan kram jadi aku mutusin jahit dirumah, dan saat aku mutusin jahit dirumah anakku yang 4 tahun bilang, "mama kalau mama kerja dedek itu kelaparan, papah kalau dibangunin sulit jadi ajarin dedek masak ya supaya dedek bisa masakin mama juga" dari ucapan anakku aku nangis antara gak percaya dan percaya akhirnya aku mikir mungkin ini jalan yang baik untuk anakku jadi aku kerja jahit dirumah, aku kan mabuk ayam apa lagi ayam yang dibakar, suami malah bawa ayam, dan ayamnya dibakar dirumah itu aku udah 2 minggu di rumah aku mabuk parah, itu suami juga udah pulang jam 11 kadang jam 12 pernah jam 1 siang, selama aku di rumah yang aman saat dirumah hanya 1 minggu pertama aku kerja di rumah, minggu kedua dia pulang siang, perbumbuan gak ada seperti bawang merah,bawang putih, cabai, telur, ataupun stok mie, dia pulang jam 11 langsung tidur sampai jam 11 malam kerja lagi begitu seterusnya aku telpon beliin makanan setiap hari, tapi kami harus tetap nahan lapar sampai dia pulang, mual ku tambah parah karena aku merasa kelaparan, padahal aku udah bilang hamil yang ini aku merasa lapar terus, aku bisa jarang mual kalau ada makanan, tapi beli nasi 1 bungkus kami makan sama anak ku yang pertama habisnya suami tidur siang aku bangunin buat cari makan lagi sayur lagi, tapi suami bilang nanti nanti masih ngantuk sampai malam akhirnya dia kerja lagi, aku minta belikan roti tawar sama susu biar bisa jadi ganjal perut tapi ternyata responnya tidak terduga dia bilang itu mahal, gajinya habis buat beli itu, roti tawar di tempatku ada yang hanya 10ribu dan susu flasenflag gak tau aku harganya apa hanya beli itu dan gak beli lauk, kami sama anak makan itu alsannya dia uangnya gak cukup, jatuhlah tagihan dia bilang gak bisa bayar tagihan karena aku yang selalu minta beliin makanan setiap hari, akhirnya aku suruh jual cincin anak yang untuk biaya sekolah anak untuk mencukupi tagihan itu, tapi saat habis dia jual cincin itu dia bilang habis nabrak anak kecil akhirnya dia dimintai uang berobat 500ribu itu uang dari jual cincin itu padahal dirumah udah gak ada uang lagi, dan sampailah ibuku tiba-tiba dirumah aku, besoknya ibuku main di rumah sampai mau magrib, dia membawakan makanan roti, pisang aku makan roti,pisang malamnya aku gak ngerasa kelaparan dan aku merasa ada sedikit tenaga, rasanya bahagia banget anakku juga begitu, itu pertama kali ibuku datang hari jum'at ini tadi ibuku gak bawa apa-apa hanya bawa jajan untuk anakku, tapi karena dia gak tau keadaanku di tanya mana lauknya gak masak nasi, aku bilang nanti tunggu suami pulang nanti kami makan, taunya suami pulang jam 12 dia gak bawa nasi bungkus atau lauk, ibu aku pulanglah, akhirnya aku dan anakku hanya makan jajan dari ibu aku, sabtunya ibuku main lagi bawain aku nasi dan lauk, aku dan anakku makan dan rasanya enak banget wlau hanya nasi dan sayur oseng pepaya, anakku juga lahap makannya, siangnya ibu aku pulang, sorenya suami aku suruh antar jahitan, diantar, aku minta dia berhenti kerja karena aku udah gak kuat nahan lapar terus, tapi dia triak2 lagi jaraknya sangat dekat dengan wajah sambil meninju dinding, aku nangis sesenggukan akhirnya aku chat ibuku suruh jemput disisi lain badanku juga udah gemetar anak nangis, akhirnya di jemput, sbelumnya aku ikut pulang ibuku tanya baik2 kenapa, aku bilang cari kerjaan yang lain karena kerjaan ini menyebabkan saya dan anak saya kelaparan, gaji tidak memenuhi kebutuhan, tapi suami kekeh gak mau berhenti, terus ditanya suami kenapa sekarng pulang nya selalu siang tapi gaji gak naik, juga suami bilang bosnya rugi laganan sepi jadi dia harus cari langananan lagi, ibuku bilang kamu cuman karyawan cari langanan itu bosnya bukan kewajiban jaryawan kecuali kamu sales, tapi dia udah nada tinggi sama ibuku, akhirnya dari pda ribut aku diajak pulang, ibuku juga blng ke suami biar aku dan anakku nenangin diri dirumah ibuku, dia jawab iya, aku kan cuman bawa selimut sama jaket anakku juga pakaian ganti juga gak, sudah seharian full aku tinggal di rumah ibuku dia gak tanya atau antarin jajan buat anakku, dan pakaian ganti aku dan anakku, padahal tempat kerja dia dibelakang rumah ibuku, pulang langsung pulang akhirnya aku diantarkan ibuku lagi buat ambil pakaian ganti, saat aku masuk suami malah tidur, dia tanya mau kemana lagi, aku jawab halus mau tidur tempat ibu lagi kenapa tidur disana lagi aku masih mau nenagin pikiran, dia nangis sambil ngoceh2 gak jelas seperti kerasukan, pas aku di kamar dia tu dari belakang meluk tapi itu bukan pelukan hangat itu bikin badanku skait jadi aku berontak dan berteriak tolong, jadi ibuku nolongin eh dia malah ribut bentak-bentak ibuku juga, singkatnya aku dan ibuku pulang, yang disana ada adek ipar, sepulang adek ipar dia bcara sama aku, aku disuruh pulang sendiri dan dia tetap kerja ditempat itu, karena gak ada jalan satu-satunya, aku menolak karena kalau dia tetap kerja di situ otomatis hidupku bakalan seperti sebelumnya akhirnya aku menolak, kemarin dia juga gak datang kerumah, akhirnya ibuku nyuruh orang dtgin dia, dia bilang aku harus kerja disana, aku sudah kasih pilihan kalau dia kerja disna keluar dari rumah dan kita gak bisa rukun lagi, tapi kalau dia keluar dari kerjaan itu kita masih bisa rukun, tetapi dia memilih meninggalkan rumah, tanpa mau bicara perpisahan sama anaknya juga. Dan dia bilang kalau mau cerai urus saja surat-surat cerainya, aku sedih aku kaget, qku gak ikhlas, aku bingung, apakah aku salah apakah aku egois, kenapa saat hamil cobaan ku begini apakah aku sangup ? Apakah aku bisa tegar untuk aku dan calon anakku ini #Sharingdong_Bund #sharing
Read more

