25266 merespon

Saya dengan suami sudah komitmen dari sebelum menikah, tidak ada poligami dipernikahan kita, bukan Krn menentang agama tapi krn kami berdua sadar bahwa manusia bukanlah makhluk yang adil. Misal, dari pembagian hari meningap antara kedua istri. Seminggu aja kan udah ganjil, udah nggak bisa adil.
Saya tidak menentang perihal adanya poligami. Karena dalam agama memang dibolehkan. Tapi, saya tidak sanggup jika harus seperti itu. Maka mending mundur. Dan semoga itu tidak terjadi kepada kita semua. Aamiin
Baca lagisy izikn klw memng suami sdh mmpu mncukupi sgla kbutuhn seorng istri trpnuhi..klw memng sdh btul mapan knpa tdk..brhubng aku dn suami khidupn sdrhana sy rsa hidup bhgia rsa sdh cukup jd suamiku ttp stia dgnku tdk prnah bnyk prmintaan sma istri atwpn brniat srakah..
Tergantung. Kalau saya memang udah g mampu mengurus rumah tangga dan saya lalai dalam menjaankan tugas sebagai ibu rumah tangga sudah sangat tua dan tidak bisa mengurus suami. Meskipun berat saya memperbolehkan asal suami bisa berlaku adil. Tapi ya kalau bisa enggak hehe😅
saya izin kan dengan catatan dia harus tau bagaimana kelakuan semua anggota keluarga suami saya dan jangan pernah mengeluh nanti nya,dan suami saya harus pindahkan dulu saya ke rumah pribadi dan cukupi kebutuhan sehari hari saya dan anak saya dengan hasil jerih payahnya sendiri
Bukan seseorang yang membenci poligami. Karena pada dasarnya poligami ialah salah satu sunnah Rasulullah. Mungkin banyak yang membenci poligami diakibatkan karena penyelewengan dalam mempraktekannya. Namun jika dihadapkan pada situasi tersebut, lebih baik saya undur diri :)
Marah dan kesal. Kalau mau menikah lagi silahkan, asalkan ceraikan saya dan hak asuh jatuh ditangan saya. Saya tidak akan melarangnya berpoligami, krna itu adalah sunnah nabi. Tpi klo mau nikah lg, jgn harap saya mau bertahan sama dia. Enak bener sampe punya 2 bini!!!
Selama kebutuhan di rumah terpenuhi. Dan lebih dari cukup kalau emang suami menginginkan ya tidak apa Apa . Yang penting bisa adil dan bertanggung jawab. Wanita yg diinginkan juga sholehah. Dari pads berzina ya diijinkan saja. Hitung hitung tiket masuk surga
Dari sebelum pernikahan sudah di bahas dan sudah di dapat jalan keluarnya yaitu tidak ada poligami dalam pernikahan kami, maaf maaf saja, saya lahir dr orang tua yang berpisah dan secara tidak langsung kenangan yang lalu itu menjadikan trauma di diri saya
Lebih baik dia ijin kalo memang mau menikah lagi gpp dr pd selingkuh d blkng itu lbh sakit, emmg sih gak ada yg mau di duain cintanya sama suami sndri tp kalo kodar nya Allah sdh bgtu ya mau gmna yg penting ttp sabar berusaha ikhlas insyaallah surga




