Bayi meninggal di dalam kandungan

Adakah yang punya pengalaman sama denganku? Boleh sharing cerita & penyebabnya ya moms.. Kamis 24 September 2020, Seperti biasa pagi itu aku bangun untuk sholat subuh, setelah wudhu langsung ku bangunkan suamiku untuk sholat berjamaah. Aktivitas yang setiap hari kami lakukan. Selesai sholat subuh aku langsung siapkan air hangat & mandi, lalu berpakaian sangat rapi. Hari itu jadi hari yang aku tunggu, karena jadwal usg yang tepat memasuki usia 20w. Ngga sabar untuk lihat perkembangannya & bonus kalau posisi bagus bisa lihat jenis kelaminnya :) Ohya terakhir aku usg di usia kehamilan 12w, detak jantung baik, sudah terlihat gerak, tdk ada masalah apapun. Aku & suami berangkat dengan sangat antusias, kebetulan suami WFH. Rencana setelah usg suami mengajakku bertemu dengan client, perlengkapan kerjapun dibawanya termasuk laptop. Setibanya di klinik kami menunggu sekitar 45 menit sampai Dokter datang. Waktu itu kami dapat nomor antrian 1 dan akhirnya kami dipanggil masuk ke dalam ruangan. Seperti biasa, menyapa Dokter dengan riang sampai pada akhirnya kulihat ada yg tdk biasa di raut wajah Dokter saat beliau melihat monitor yang letaknya persis disampingku. Setelah mengajukan beberapa pertanyaan akhirnya Dokter menyampaikan kalau janinku sudah tdk ada detak jantungnya & tdk bergerak lagi. Shock, tentu saja. Jantungku rasanya berdetak sangat cepat. Ini adalah anak pertama kami, buah hati yang sangat kami jaga. Duniaku seakan runtuh seketika. Masih tdk percaya kusampaikan pada Dokter kalau pagi tadi aku masih mengalami mual, muntah & masih merasakan gerakan halusnya. Dokter memintaku untuk merangsang pergerakan dengan minum minuman manis. Berharap ada keajaiban, kami keluar ruangan sejenak untuk minum & diminta kembali 1 jam kemudian untuk memastikan. 1 jam lebih berlalu, kami dipanggil lagi masuk ke dlm ruangan. Tetap sama, tdk ada detak jantung, tdk ada pergerakan walaupun perutku sudah ditekan & digoyang sedemikian rupa. Dokter menyarankan agar segera dilakukan tindakan kuret, karena janin sudah besar didlm rahimku. Singkat cerita, tak langsung percaya aku & suami langsung mencari second opini untuk memastikan kebenarannya. Kami bergegas ke RS untuk melakukan usg kedua dengan Dokter Spog berbeda. Qodarullah, Dokter keduapun berpendapat sama. Tanpa pikir panjang, diwaktu & tempat yang sama aku langsung memutuskan untuk dilakukan tindakan kuret. Jam 14.00 masuk igd, tangan langsung di infus, di ambil darah untuk tes lab. Jam 17.00 masuk ruang tindakan, sambil menunggu Dokter yg saat itu ada tindakan operasi caesar. Air mata terus mengalir, kanan kiriku adalah pasien yang baru saja melahirkan. Di dalam ruangan itupun aku bisa mendengarkan suara tangisan bayi baru lahir. Sakit sekali rasanya, sudah setengah perjalanan tapi harus terhenti dengan paksa :') Ya Allah nak, semoga bertemu di surga. Jam 18.00 tepat adzan maghrib Dokter memasukan alat yg bernama luminaria, alat yang dimasukan ke dalam vagina dengan tujuan untuk membuat rasa mulas. Tanpa dibius, alat itu dimasukkan ke vaginaku. Teriak sambil terus istighfar, darah sudah mengalir deras. Dan sejak alat itu dipasang aku terus merasakan mulas yang tdk berhenti. Kontraksi yang kurasakan sejak jam 19.00 sampai pada puncaknya ketika jam menunjukkan pukul 23.00, persekian detik rasa sakitnya semakin menjadi. Rasanya? Seperti ajal menjemput. Keringat dingin, nafas tersengal karena sesak, duduk sakit, berbaringpun sakit. Puluhan kali kata maaf sudah kusampaikan pada suamiku, ibuku, ibu mertuaku. Dalam balutan istighfar & terus memohon ampun, Jumat 25 September 2020 tepat jam 02.00 janinku lahir secara normal. Anakku masih utuh didlm kantung ketuban. Jenis kelaminnya laki laki, sesuai dengan yang suamiku idamkan :') Lelah, mulas, hilang seketika namun tdk dengan sedihku. Setelah melahirkan normalpun aku tetap dilakukan tindakan kuret, untuk memastikan tdk ada sisa jaringan yang tertinggal di dalam rahimku. Tdk pernah sedikitpun terpikir dibenakku hari itu akan menjadi hari terakhirku bersama dengan anak kami, buah hati kami. Canda tawa yang kami bawa dari rumah tdk kami bawa pulang kembali. Selamat jalan, anak surgaku 😇

Bayi meninggal di dalam kandungan
752 Tanggapan
 profile icon
Tulis tanggapan

6 mei 2020 kejadian yang sama juga menimpaku malam itu mlm senin tgl 4mei jam 19.00wib saat berbuka bersama keluarga sangat aktif kurasa gerakan janin masih merespond ketika ayahnya ngajak ngobrol ketika tidur malam aku bermimpi sekitar jam 02.00 pagi mimpi itu adalah mimpi terburuk yg pernah terjadi,aku mimpi ayah mertuaku membunuh suamiku dengan belati tumpul, dan kutangisi sampai bangun pun aku masih tersedak menangis, ku peluk suamiku didlm mimpiku dan darah suamiku mengalir banyak di dada dan rata sampai ke perut, saat bangun itu aku sudah tidak merasakan gerakan janin kurasa dia tidur, oke aku biasa aja jam 10 masih nggak gerak oke masih tenang sampai malam masih juga gak gerak aku mulai risau aku pancing pakai teh manis, air hangat bahkan air es, masih ga merespond aku sangat cemas tapi aku masih tunggu pagi hari untuk pergi ke pkm karna kata mama kalo bumil keluar malam takut ada apa2 oke aku nurut mama aku gabisa tidur malam itu berharap janin aktif lagi seperti biasa tapi tdk juga, akhirnya pagi 05 mei 2020 aku langsung ke pkm aku dapat urutan 1 karna datang paling awal jam 06.30, masih nunggu bidan datang jam 07.30 langsung masuk periksa dan ternyata sudah tidak ketemu djj nya aku nangis gak karuan kata bidan yang tenang jangan panik ini mau dirujuk ke rs umum semoga ada mukjizat mungkin disini alatnya kurang canggih, suamiku siaga dampingi aku sampai tdk berangkat kerja, tiba di rs pukul 09.45 nunggu dokter sampai jam 02.00 karna rumah jauh dari rs jadi nunggu drpd pp, tibalah jam 02.30 aku masuk ruangan dan usg hasilnya ternyata sama nihil saat itu juga dr bilang aku dirawat inap dan dicoba lahir normal langsung dikasih obat perangsang pertama jam 17.00 sakit sudah mulai terasa tapi belum ada reaksi sampai jam 20.00 infus obat habis kata dr sambil ganti perangsang kedua kalo ga bisa normal terpaksa cs karna ini sudah meninggal didalam kandungan jadi susah dikeluarkan aku dan suami pasrah apa kata dr, aku sangat lemas efek menangis seharian apalagi kalau mendengar tangisan bayi di ruang sebelah aku pasti menangis, jam 00.00 aku mulai tdk tahan keluar masuk muntah kencing dan bab, saat semua orang tertidur dan tidak ada siapapun di ruangan itu hanya aku dan suamiku yg siaga antar aku bolak balik toilet dan ku kira aku ingin kencing aku balik lagi ke toilet pas duduk rupanya keringat jagung sudah ga karuan suamiku spontan cari apapun untuk kipasin aku setelah aku mengeluarkan ketuban suamiku lari panggil suster jadi pas suami lari pas bayi keluar jadi aku melahirkan sendirian ditoilet hari rabu tgl 06 mei 2020 jam 01.19 dini hari uk 29w bayi perempun pertama kami lahir lengkap tanpa cacat tapi perutnya biru kata mama, dengan muka yang menggemaskan tapi dalam kondisi sdh tdk bernyawa😭, 5 hari dirawat di rs tanpa dikuret karna sudah bersih sakit sedih galau gelisah kecewa semua rasa jadi satu seakan tak percaya rasanya bun 7 bulan menangdung tapi tidak dapat menggendong bayinya aku merasa tidak becus menjadi seorang ibu ingin rasanya aku ikut mati kala itu juga, kata dokter penyebabnya hanya kelelahan tapi kata dukun pas aku urut habis lahiran bilangnya ada yg gangguin, sedihku berlarut larut bun apalagi kalo mama mertuaku lagi vc sama anak adik iparku yg masih bayi ketawa2 kayaknya seneng banget, aku pasti langsung baper dikamar sendiri aku pikir kok bisa ibu mertuaku tertawa lepas saat aku sedang berkabung.aku hidup serumah dg mertua

Baca lagi
3y ago

nggak bun urutnya pas habis pulang dari rs

insyaallah akan jadi penolong orang tuanya di surga nanti yya mom. aku juga ngerasain hal yg sama kaya moms, anak pertama dan meninggal dalam 8bln dalam kandungan. waktu itu aku gak ngerasain gejala atau hal yg buat aku ngerasa sakit, cuma waktu jadwal cek kandungan bidan yg periksa lagi pergi akhirnya aku kembali esok harinya. saat itu bidan tsb gak nemuin detak jantung bayi nya, akhirnya aku dapet surat rujukan untuk USG ke RS. Krn udah malem aku bilang besok ajalah ke RS, siang itu hujan deras sekali aku jadi enggan untuk pergi ke RS buat USG Krn aku rasa aku baik" ajah dan gda yg ku rasain juga. sampe sore hujan baru reda dan masih gerimis, akhirnya dipaksa suami untuk USG kerumah sakit. setelah ketemu dokter,baru ajah alat USG nempel di perutku dokter langsung bilang bahwa bayi dalam kandungan ku sudah meninggal 2hari yg lalu. disitu aku bingung ngerasa gak percaya,masih gak bisa nangis.cuma bengong gak percaya akhirnya aku pulang ke rumah,ngabarin mamahku dan minta solusi gimana baik nya. malemnya aku balik ke RS,aku di periksa tapi gak langsung di rawat Krn melihat kondisi aku yg stabil dan baik" ajah.dokter saranin aku istirahat di rumah dan kembali besok dgn bawa surat rujukan dari puskesmas Krn waktu itu aku pke BPJS pagi" aku ke puskesmas, minta surat rujukan dan masih ngerasa kaya orang hamil biasa gada apapun rasa yg aku rasain.siang aku sampe di RS langsung masuk ke ruangan khusus untuk bersalin, aku di infus dan di induksi biar aku bisa pembukaan secara alami. aku gak merasakan apapun cuma yg aku mau biar anakku cepet lahir biar bisa di urusin dgn cepat,cuma itu yg aku fikirin. aku masuk RS hari Rabu, anakku akhirnya bisa lahir dgn proses normal hari Sabtu setelah adzan ashar Alhamdulillah yg dokter bilang saat USG bentuk anakku sudah hancur tp pas lahir dia sempurna layaknya bayi baru lahir pada umumnya,hanya saja dia gak nangis saat lahir. hidung nya mancung, kulit nya putih dan aku sempat mencium dan menggendong nya untuk pertama dan terakhir kalinya. sehari setelah melahirkan aku di kuret untuk memastikan gak ada yg tertinggal di rahimku. Alhamdulillah 100 hari setelah kehilangan aku mendapat ganti nya aku hamil lagi dan skrg anakku sudah umur 4 tahun laki-laki juga. dan skrg aku juga sedang hamil yg ke 3 usia kandungan sudah 4 bln

Baca lagi
3y ago

semoga nanti dapat ganti yg lebih baik lagi yaa

baru baca.... sabar bun nasib kita sma .... bukan cmn km yg ngalami aku juga... crita sma persis ... tiap bulan aku rutin usg , pas mau usg utk liat JK nya tepat mau 20 weeks malah duka yg ku dpt kan...rasanya langit runtuh nimpa aku..gk percaya , syok, krn aku sma sekali gk merasakan gejala apa pun.. smua baik2 aja. “tp emang blm jodoh dan tuhan mgkn punya rencana lain bun”..gk gampang utk ucapin kata itu pda saat kejadian malah aku slahin tuhan kok jahat bgt .. aku berjuang slma 20 weeks mual muntah smpe aku di rawat di RS 3 x krn dehidrasi .. krn mual muntah ku yg bner2 parah bgt 1 hri bisa muntah 15 x bhkan stiap apa yg msuk slalu muntah .. air putih jg..bner2 berjuang demi Bayi kembar ku... iyah saat itu Bayi ku kembar bun... double2 syedihnya aku .. aku kehilangan bayi kembar laki2 ku... kedua nya Laki2 kembar indentik.. nangis trs gk bsa tdr krn syedih teramat dlam ... smbil nunggu aku Lahiran Normal .. smua sma bun rasa sakit mules nya berasa mau mati krn di induksi ... minta maap sma ibu aku smpe nangis2 teriak2 aku nya... di ruangan itu jg ada yg bru lahiran dan ada jg yg mau lahiran beda nya mrka smua normal dan bahagia ... akhirnya aku melahirkan bayi kembar ku tdk ada tangis dr bayi ku ... yah sakit rasanya melahirkan tp yg kita lahirkan sudah tiada.. gk bisa move on... stress... stlah lahiran stiap hri tetep nangiss mengenang smua kebahgian 20 weeks td... smpe akhirnya waktu yg bisa mengobati syedih ini bun.... penyebabnya dokter jg gk tau bun.. cmn dugaan2 aja .. itu crita kehamilan pertama ku dgn bayi kembar ku... aku mnikah september 2019 pujituhan oktober nya lsg hamil dan di feb 2020 aku mengalami KJDK dan pujituhan bulan september kmren aku uda positif hamil lg... Doakan ya Bun kehamilan aku saat ini sehat2 trs smpe aku bisa menyentuh jari jemari bayi kecil ku 😇 maap critanya panjang dan smbil ngetik msh nangisss klo ingt kejadian itu. semangat bunda .. percaya lah stlah badai pasty ada pelangii 😊

Baca lagi

sabar ya bun.. aku jadi sedih bacany.. jadi inget masa lalu.. anak pertama ku.. yg dinanti aku dan suami. anak laki2 pertama kami..sisulung.. sudah waktuny lahir. tapi tidak merasakan kontraksi sama sekali.datang ke rs,melakukan usg,dilihat ketuban tinggal sedikit.. diinduksi, masukan alat dari vagina, suntik sana sini.. datang ke rs dia masih ada..12jam kemudian menunggu proses induksi.. allah sudah memanggilny kembali. sedih ya.. merasa kl lamany penanganan.mungkin saat itu kl langsung secar..dia masih ada.karna saat itu rs tau kl air ketuban tinggal sedikit...tapi sekali lagi berfikir ini udh takdir allah. menangis,meraung pun ga akan mengembalikan anak saya..bsok siangny jam 11.30..dia lahir. ga ada tangisan.. tanpa melihat,tanpa memelukny.begitu juga suami. ga berani untuk melihat dan memelukny... selang 3 bulan saya hamil anak kedua.. lahir dengan selamat sehat normal. lahir dibulan yg sama,dan jenis kelamin yg sama.. subhanallah.. tapi dia tetap anak kedua kami. bahkan di akte lahir juga anak kedua, Empat tahun dari lahir anak kedua.. saya melahirkan anak 3..laki2 juga.. kedua kakakny lahir dibulan september, dia lahir dibulan oktober, alhamdulillah allah kasih berurutan bulan lahirny... dan bulan ini saat kakakny yg no 3 berusia 7th saya baru saja melahirkan anak perempuan... allah hu akbar... padahal saya tidak pernah merencanakan anak saya lahir berurutan bulanny.. tapi allah memberikan itu smua.. walaupun kami memang merencanakan jarak kehamilan.. agar bisa merawat sebaik baikny.. kakakny no 1 yg meninggal lahir bulan september, yg no 2 juga bulan september, yg no 3 bulan oktober, dan yg no 4 sekarang juga bulan oktober... semangat bunda... allah pasti akan kasih yg terbaik buat bunda dan suami.. aamiin

Baca lagi

aku juga pernah bun, waktu tahun 2018, itu juga sama anak pertama kita.. usia kandungan nya udah 7 bulan. ga ada tanda² sama sekali, pendarahan atau flek pun tidak. itu juga ketauan udah meninggal pas di usg bun, kata dokter bayi nya udah meninggal, dokter juga suruh aku aku sama suami ke Rs buat bener mastiin bner ga nya. waktu pulang usg agk malam an, sepanjang jalan dari dokter sampai rumah terus nangis ga percaya. sampai rumah suami bilang ke ortunya, besok harus ke rs. waktu besok nya ke rs kata dokter nya bayi nya udah meninggal dari uk 5bulan. dari situ balik lagi ke klinik waktu di usg buat di tindak, soal nya waktu itu belum punya bpjs, biar ringan biayanya jadi di klinik. pas datang ke klinik sama bidan nya langsung di kasih obat perangsang yang di masukin ke missV,, setiap 8jam sekali di kasih perangsang nya, besok nya siang baru ngelahirin, alhamdulilah lahiran normal, tanpa di jait . waktu suami liat bayi nya dia bilang bayi nya juga kulit nya masih bersih, terus air ketuban nya juga ga keruh.. kalau bnar anak saya meninggal nya pas uk 5 bulan mungkin bayi nya udah biru² kulit nya, sama air ketuban nya juga pasti keruh.. dari situ ada perasaan lega , biar anak ga ngerasain kesakitan lagi, ada juga perasaan sakit bangett.. mertua ga ngeboleh in aku liat apalagi gendong dulu anak aku,, kata nya takut kebayang² .. seminggu kemudian balik lagi buat kontrol alhamdulillah rahim nya udah bersih jadi ga usah di kiret.. yang sabar ya bun,, kita punya tabungan buat ngejemput nanti kita di syurga. amiiinnn

Baca lagi
4y ago

ga tau bun, sama dokter nya ga di jelasin . mungkin umur nya di kasih jatah alloh sampai segitu aja bun. tetap berpikir positif ajaa

Sama bun kemarin lebaran h+1 tepatnya 26 mei 2020 usia kandungan 5bulan jalan 6bulan, hari h lebaran masih biasa aja pas dini hari jam 2an perut mules pikirku diare aja terus jam 7 pagi kok semakin sakit perutnya sama mamaku dikompres perutnya pakai botol dikasih air hangat udah reda cuma kok jam 9pagi sakit lagi terus dibawa ke bidan terdekat karna urgent, pas diusg denyut jantung janin udah negatif disitulah pikiran hati kacau jadi satu suami pun kaget ketika bidan bilang kalo anaknya sudah ga ada🥺 seketika suami lemes sembari semangatin aku nguatin aku, lalu diberi obat melalui V biar ada kontraksi, setelah itu tensiku langsung tinggi jadi 200 dan langsung sama bidannya diambil urin ternyata PU (Protein Urine) positif 4 dan bidan bilang "lah ini sebabnya anakmu meninggal nduk urinmu aja positif 4 ini sama aja preklamsi" disitu bidannya baik banget sesampai bidannya ikut berkaca kaca saat anakku lahir dengan posisi keluar sudah terdiam tidak ada suara tangisnya😔 anakku cewek yg meninggal☺️ dari situ aku banyak belajar untuk kedepannya kalo aku hamil lagi, semua rencana Allah itu pasti yg terbaik dan dibalik itu pasti ada hikmahnya juga hikmahnya aku bisa dapat pembelajaran ketika aku hamil lagi bisa lebih berhati hati dalam menjaganya🤗 dan Alhamdulillah sekarang Allah sudah memberi rejeki lagi usia kandunganku skg udah 7minggu semoga sehat selalu dan tumbuh berkembang dengan baik sehat normal tidak ada kurang suatu apapun😇🙏🏻

Baca lagi

Aku awal tahun ini iufd bun. Awalnya hasil labku bagus dan ga ada masalah, sampai di week 27 bb anak pertamaku kurang. Saat itu dokter belum bisa kasih diagnosa. Sempat suntik pematangan paru, senengnya ada kenaikan bbj setelah seminggu dari suntik itu. Beberapa hari setelah dari dokter gerakan si kakak berkurang biasanya malam dia aktif jadi pendiem, aku pancing ini itu. Keesokan paginya aku cek pake doppler sempet aneh detak jantungnya pelan. Siangnya aku kabarin dokter dan dokter minta aku segera ke ruang bersalin. Qadarullah, dokter bilang si kakak baru aja pergi. Rasanya dunia gelap, aku speechless saking shocknya. Dokter nawarin 2 opsi, induksi untuk lahiran normal atau sesar. Setelah 3x induksi lahiran normal, magrib keesokan harinya si kakak lahir. Sempet ngerasa guilty, stress, self-blamming yg menurutku wajar tapi pelan-pelan dibantu support suami & keluarga dekat bisa ikhlas, makin kuat, belajar bangkit walau rasanya berat. Kalo orang blg "semoga diganti sama yg lebih baik" aku ga setuju ya, mau gimanapun my firstborn is my child ga ada yg bisa gantiin. Doaku semoga Allah ngasih kita anak-anak yg sehat, sempurna, soleh dan solehah yang bisa kita rawat, sayangi dan jaga di dunia ini 😊 *virtual hug* you're strong bun

Baca lagi
4y ago

kalau pun nnti allah kasih rejeki anak lagi, rasanya gx sama kaya anak pertama bun.. kalau bgi sy anak pertama itu jantung hati sy bun.. apalagi sekrang dede udh kembali sama Allah rasanya hilang separuh hidup sy bun.. Allahuakbar cobaan yang benar" nikmat bun

VIP Member

sedih,,,, pengalaman kita sama bun,,, anak pertama meninggal dalam kandungan dg jenis kelamin laki² seperti yg suami aku idamkan jg bun. smpai sekarang mash sdh kalo teringat tntang kehamilan pertama,, bedanya setelah lahiran normal dokter ku nyaranin usg u memastikan tdk ada jaringan yg tersisa, setelah dokter ku ykin semuanya bersih jadi aku gak diminta u kuret lagi. singkat cerita pas diksh tau anaknya udh gak bergerak n detak jantung nya g ada lagi itu kayak kesambar petir di siang hari, ibarat gak ada angin gak ada hujan tp kapalnya tenggelam. nyesekny gak tau mau diceritain kayak mana sedih bngt pokoknya, dan yg bikin aku sedih lagi itu pas liat suami yg sok² tegar (g nangis cuma mukanya nampak sedih) didepan aku padahal dibelakang ku dia jg gak bisa nahan nangis pas ngasih tau keluarganya. belum lagi pas liat ortu ku & mertua ku sedih nya bngt² deh... buat bunda yg baru saja kehilangan yg sabar ya bun,,, Allah SWT lebih syg dan cinta pada anak² kita da tau yg terbaik u kita. insyaallah Allah akan segera memberikan/mengkaruniakan anak² yg sholeh & sholeha kepada keluarga bunda,, amiin ya Rabbal 'alamin jgn patah semangat ya bunn

Baca lagi

taun kmren 2019 anak pertama sy jg meninggal dalam kandungan ya allah nyesek bngt rasanya tpi hrs kuat pdhl itu pas tgl hpl ny munkin sy kurang pnglaman dan tinggal dgn mertua jd gk bnyak ngomong ketuban pecah keluar flek pun sy diem sj krn sy gk tw mertau sma ipar cma bilang klo mau melahirkan rsanya sprt BAB jd sy telat priksa k bidan dan stelah d priksa detak jntung sdh gk ada perut sdh mulai melilit gk karuan dn bidan pun nyaranin buat usg tpi wkt itu dr.usg pun lg dines semua ya allah rasa sakitny 2 hr 2 mlm gk bisa tdr nahan sakit trs mlm2 lngsung cuss k rs sma suami dan pagi ny d induksi lahiran normal tpi sdh tdk bernyawa tdk trdengar tangisnya dn lngsung d bawa pulang oleh suami....selang setahun alhamdulillah allah ksh kepercayaan untuk sy bisa hamil lg dan skrg lbh berhati2 dan klo ad rasa sakit d daerah perut lngsung konsul k bidan atw usg.....bener2 hamil pertama buat pelajaran bngt..dan sekarang menghitung hari menuju hpl doain y bunda2 biar sy dan abyi sy sehat selamet d lancarkan lahirannya 😇😇😇

Baca lagi

Bunda, yang sabar y. Dulu calon anak pertama kami keluar sendiri/keguguran saat usia kandungan 10w. Tadinya sebelum keguguran, saya divonis dokter hamil diluar kandungan dan harus dioperasi. Kemudian saya k dokter lain untuk second opinion, Alhamdulillah lebih melegakan, katanya kalau saya timbul rasa sakit yang teramat sangat, lgsg k RS, baru ditindak operasi. Takdir Allah bahwa calon janin keluar tanpa melalui operasi. Sedih, tapi saya tidak punya kuasa, inilah takdir dari Allah. Saya berharap tidak lama saya diberikan kembali kepercayaan oleh Allah. Alhamdulillah setelah itu, empat bulan kemudian doa saya terkabulkan, dalam rahim ini telah hadir janin yang kuat dan sehat, dan anak pertama kami tersebut kini sudah berusia 6 tahun. Semangat Bunda, semoga Allah memberikan pengganti yang lebih baik, disaat yang tepat yang telah Allah tetapkan. Mgkn saat ini bukanlah saat yang tepat untuk mengemban amanah anak, mgkn biar bunda dan suami lebih dekat lagi dgn Allah dan lebih dkt antar satu sama lain sbg suami-istri

Baca lagi