Privacy PolicyCommunity GuidelinesSitemap HTML
Download our free app
Nurturer of 2 energetic cub
Positif thinking tentang kondisi bayi
Saya sekarang hamil anak ketiga. masuk 35 minggu 6 hari bun. Di usia kehamilan 26 minggu saya kontrol kehamilan di dokter yang baru karena saya di luar kota sekitar 1 bulan. Saya mencari dokter kandungan yg perempuan akhirnya ketemu. Di kota itu hanya ada 2 dr perempuan. Saya sudah ngantri di dr yg pertama, antriannya membludak, walaupun pendaftaran online, suami nga tega ketika harus berdiri lama nunggu. Akhirnya kita ke tempat dr permpuan yang kedua, antriannya lebih manusiawi menurut suami karena tempat duduknya banyak dan pasiennya sedikit. Ketika saya di USG, dokternya bla blakan saja, ini organ2 dalamnya, ini perut, jantung, bla...bla... semua diterangkan. Tulangnya juga kurang bagus , nanti saya kasih vitamin agar tulangnya bagus. Wah nga ada kantong kemihnya...(dgn santai) Aku dan suami kaget, terus gimana dok? Tanya suami. Ya cacat dong, jawab dokternya santai. Aku n suami kayak kesambar petir. Aku sudah nga enak perasaannya, pengen cepat2 pulang. Terus dokternya bilang, yaudah datang lagi kesini ya 2 minggu lagi. Mudah2n ada muncul kandung kemihnya. Lalu kami pulang, cuma dikasih obat 1 pakai botol tanpa merek dan kita nga tau itu vitamin apa. Padahal saya rutin beli sendiri vitamin ibu hamil dan kalsium, juga susu bumil. Biaya yang dikeluarkan ke dr tersebut ternyata mahal (ada yg bayar lebih 2 jutaan 1x periksa) dibanding dr yg sebelumnya jika dibanding kualitas n pelayanannya yang sama sekali membuat kita sedih. Harusnya dr terswbut sebagai pelayan masy, memberikan kata2 yg lebih manis atau lebih halus lah ke pasien tentang kondisi bayinya. Suami galau, dan mau menunda kepulangan 2 minggu untuk memastikan apakah ada kantong kemih dedek. Tapi saya yakin anak saya baik2 saja. Karena sudah ada pengalaman anak sebelumnya saya berusaha cari berbagai informasi ke teman2 yg kerja di kesehatan juga Lalu Kita pulang dan mencoba ke beberapa opsi. Alhamdulillah kantong kemihnya dedek ada. Bahkan dokternya tertawa2 ketika mendengar cerita saya. Intinya jangan terlalu khawatir, n positif thingking saja. Semangat bagi ibu2 semua, jika menemukan dokter atau tenaga medis yg kurang sreg, cari yg lain saja. Pasien berhak memilih kok, apalagi kita bayar sendiri. Pasien asuransi dan BPJS pun bahkan juga berhak memilih pelayanan yang ternyaman.