STRESS MEMIKIRKAN MASALAH KEUANGAN
Maaf Bun, bukan minta solusi, cuma pengen dikuatkan, pengen dikasi inspirasi pengalaman. Saat mengeluh, orang2 akan bilang aku tidak bersyukur. Punya suami yang gak macam2 dan penghasilan tetap, anak, rumah dan mertua yang baik, tidak punya hutang, cicilan dan beban yang berat. Banyak yang bilang gaji UMK suamiku sudah cukup. Ya... tentu saja aku tidak pernah menutup mata atas kelebihan yang diberikan Allah padaku, tapi semua itu gak bisa menghilangkan bebanku yang bahkan gak akan dimengerti oleh suamiku sendiri. Mungkin karena dulu saat sekolah hidup susah, saat kerja jadi tulang punggung, makanya niatku dari dulu pengen nikah, dinafkahin dan cuma ngrus keluarga, aku menghindari masalah ekonomi dan ingin hidup cukup, Gaji suamiku cuma UMK, dia berikan padaku setiap bulan 2,5 Juta, sisanya dia pakai untuk bayar air, listrik, gas untuk 2 rumah (rumah kami dan mertua) plus uang bensinnya. 2,5 Juta itu buat aku pakai kebutuhan anak, makanan dan bayar WIFI. Dengan uang segitu aku tidak bisa menabung, beli skincare, make up dan baju, aku gak bisa memberikan orang tuaku. 2,5 Juta benar2 kurang hanya untuk membeli makan, wifi dan kebutuhan anak. Aku tidak mau pelit2 soal makanan, karena waktu kecil aku tidak pernah makan enak, jadi jika sekarang aku gak makan enak, peningkatan apa yang aku gapai dalam hidupku? aku juga gak mau hitung2an untuk kebutuhan anak. Jadi 2,5 Juta sangat tidak lah cukup. Tidak cukup untuk kusisihkan buat mempercantik diriku, tidak ada untuk healing2, tidak bisa ditabung dan tidak bisa kuberikan pada orang tuaku. Tabungan tidak pernah bertambah, malau hampir habis agar tetap bisa beliin macam2 untuk orang tua. Yang bikin aku stress, kalau aku gak punya tabungan, aku benar2 gak bisa lagi ngasi ke orang tuaku, di masa depan aku juga pengen beli motor sendiri biar bisa leluasa beraktifitas Ingin minta tambah dari suami juga gak tega, dia juga punya orang tua yang wajib dia sanggah kehidupannya, dia juga cukup bekerja keras walaupun gajinya gak seberapa. Pengen kerja, biar punya penghasilan sendiri, tapi gak diizinin suami, anak masih kecil gak bisa ditinggal, motor sudah kuberikan ke orang tuaku jadi gak bisa leluasa ke mana2. Belum lagi mendengar orang tuaku mengomel, karena merasa sudah menyekolahkan aku tinggi2, tapi cuma jadi ibu rumah tangga, gaji suaminya pas2an. π






sedang mengandung