wanita mandiri biar ga di rendahkan suami
Kenapa disini curhatnya masalah suaminya yg jahat (selingkuh, ngehina semena2, tidak menafkahi dll) dan istrinya posisinya IRT yg tergantung sama suami karena ga punya penghasilan. Apa karena ini wanita d tuntun mandiri untung menghindari suami macam kayak gtu?

Saya juga IRT, menikah satu tahun tiga bulanan yang lalu. Sebelum menikah saya bekerja, dan saat calon suami mengajak ke pelaminan saya menyampaikan pada calon suami (waktu itu) bahwa setelah menikah saya tidak akan bekerja, karena saya ingin fokus pada rumah tangga, jika calon suami saya mersa keberatan dan terbeban, saya tidak akan menerima lamarannya. Saat itu, suami menyatakan bersedia. Setelah lamaran dan akhirnya menikah, saya menyampaikan pada suami bahwa prioritas saya setelah menikah adalah suami dan anak. Semisal di masa yang akan datang(kita tidak pernah tahu) keadaan memaksa agar saya pun harus mencari tambahan finansial, saya tidak akan berkeberatan untuk bekerja kembali, namun saya hanya akan bekerja dari rumah, sehingga saya tidak kehilangan waktu terlalu banyak merawat dan mendidik anak dan keluarga. Ini saya sampaikan, supaya suami tahu bahwa, saya bersedia berjuang bersama suami saat kondisi rumah tangga turun, tanpa mengabaikan prioritas utama saya. Sejauh ini, dalam kehidupan rumah tangga kami, suami tidak pernah memandang sebelah mata atau menghina karena saya tidak berpenghasilan. Kami saling menghormati dan menghargai. Suami juga tidak segan membantu pekerjaan rumah tangga. Sejak sebelum menikah, kami membiasakan diri untuk berdoa bersama, meskipun melalui telp, karena saat itu kami menjalani hubungan jarak jauh. Dan kebiasaan itu kami lanjutkan dalam kehidupan pernikahan kami. Saran saya, menurut pengalaman saya. Kalau belum menikah, cobalah cari pasangan yang sama2 mau dan bersedia membuat pondasi pernikahan yang kuat. Dan sama2 berpendapat bahwa orang nomer satu terpenting adalah pasangan kita.
Baca lagi

