Mertua, oh mertua

Gedeg bgt sama mertuaku yang selalu jelek"in aku demi menjaga wajah anaknya(suamiku). Pernah bilang ke tetangga aku dirumah ibuku gak pulang" krn merawat kakekku yang sakit, katanya disana gada yang mau ngerawat makanya aku yang kesana dan ninggalin rumah. Pdhl aku dirumah ibuku kerja krn posisi gada uang sama sekali krn suami gak kerja dan pengeluaran masi terus berjalan krn aku punya balita. (Aku kerja dirumah ibuku krn ibuku menyanggupi menjaga anakku selagi aku kerja. Dan itu tidak bisa aku dapatkan pada diri mertua dan suamiku) Dan itupun uda atas persetujuan suamiku dan mertua pun tau. Mertua bilang ke tetangga sprt itu biar menjaga muka anaknya, biar ga dikatai gak nafkahin anak orang. Ahirnya desas desus menyebar keseluruh warga katanya aku ninggalin suami dan mertua biar merawat kakek. Jadi aku yang menelantarkan suami dan mertua (krn biasanya aku yang ngurus semua pekerjaan rumah termasuk memasak untuk suami dan mertua). Oke lah aku diam aja. Selang 3 tahun kemudian, yaitu kemarin. Mertua bilang ke orang, suamiku kalo pagi itu kerjaannya banyak. Nyapu rumah, masak, beberes, cuci piring, dan cuci baju dulu sebelum berangkat kerja. Makanya kalo berangkat kerja selalu siang. Padahal faktanya, suami kalo pagi bantu aku cuci piring, lalu menggendong bayiku dan lanjut aku yang masak dan prepare anak pertamaku sekolah. Urusan beberes, nyapu dll itu AKU YANG KERJAKAN setelah suami berangkat kerja dan anak berangkat sekolah. Dan itu posisi aku punya bayi newborn. Knp mertua bilang kalo pagi semua suami yang urus semua urusan rumah, krn suami kan kerjanya serabutan dan tani (bantuin ibu bapaknya diladang). Jadi kalo misalkan suamiku menerima tawaran kerja di orang itu ya otomatis gada yang bantuin mertua di ladang. Makanya mertua bilang gitu biar anaknya tetap bantuin dia. Dan ahirnya aku yang jadi jelek dimata orang".

1 Tanggapan
undefined profile icon
Tulis tanggapan

ngobrol sm suami mom, biar ibunya dikasih tahu supaya ga gt ke mom