SEKOLAH TINGGI2, CUMA JADI IBU RUMAH TANGGA, GAJI SUAMI PAS2AN
Bun, adakah disini yang generasi sandwich?? Gimana enggak? aku anak pertama dari 7 bersaudara. Dulu, orang tuaku susah payah nguliahin aku dengan harapan di masa depan, aku bakal bisa bantu perekonomian mereka, instilahnya aku investasi mereka. Sayangnya, orang tuaku gak berpendidikan, gak ada orang yang mengarahkan aku untuk memilih jurusan yang sesuai bakat, aku memilih jurusan yang sesuai minatku, ternyata setelah dijalani, benar2 gak sesuai sama aku, aku mengambil jurusan Hubungan Internasional, karena kupikir aku cukup suka bahasa Inggris, gak tau aja kalau itu adalah jurusan politik yang aku benci. Singkatnya, aku merasa kuliahku sia2, karena aku gak akan pernah mau kerja di bidang politik. Tak disangka, ternyata passionku mengajar. Sayangnya jika ingin menjadi PNS guru di sekolah, Ijazahku gak sesuai. Alhasil kerjaanku jadi pengajar les dari pintu ke pintu, setiap hari bisa lebih dari 12 jam aku keliling mengajar. Penghasilanku mengajar freelance alhamdulillag lumayan, tapi gak bisa kunikmati sepenuhnya karena aku berikan ke orang tuaku, tabungan juga gak punya. Disuruh orang tua ngambil S2 buat jadi dosen, bagaimana bisa jika ijazah S1 saja politik? Bertahun2 jadi tulang punggung, kupikir kalau sudah punya suami dan anak, aku gak perlu kerja lagi dan cukup dinafkahi, di rumah aja mengurus anak. Alhamdulillah sekarang semua itu terpenuhi. Tapi ternyata kenyataan gak seindah Impian, Jadi pure IRT di rumah aja, penghasilan suami cuma pas2an, aku ternyata gak bisa menikmati sepenuhnya.. Orang tuaku selalu menekanku untuk kembali bekerja, biar ijazahnya gak sia2, biar aku punya penghasilan sendiri biar bisa ngasi mereka juga. Tapi aku gak bisa ninggalin anakku masih kecilz suamiku melarang, motorku juga dipake orang tuaku. Jadi sekarang lagi sedih karena merasa menyia2kan sekolah tinggi, gak punya penghasilan, gaji pas2an, orang tuaku pasti kecewa sama aku.






Mama Muda Satu Anak